Senin, 05 Maret 2018

Darma



Bila seseorang telah dapat melakukan perbuatan baik .... secara spontan, tulus, dan tanpa banyak perhitungan untung rugi nya, bisa jadi karena  orang tersebut telah berhasil mengendalikan ego dan menjinakkan pikiran nya. Keberhasilan pengendalian ego dan penjinak an pikiran atas kepentingan diri sendiri umumnya berkorelasi positif dengan  mulai bertumbuhnya kesadaran diri. Bertumbuhnya kesadaran seseorang bukanlah pekerjaan instan. Bukan pula hasil kerja dari luar diri kita seperti : guru, ajaran, tempat-tempat tertentu, ataupun tuntunan buku-buku spiritual, dll.

Kesadaran mulai bertumbuh dari hasil praktek dan pengalaman seseorang dalam menyelam ke dasar hatinya sendiri. Sekali lagi hal ini bukan pekerjaan instan. Seseorang yang berkesadaran umumnya telah mulai mengenal diri sejatinya. Dan bagi yang sudah dapat mengenal diri sejatinya, maka dia akan dapat mengenal Tuhan nya.  Bersamaan dengan itu umumnya   mulai mendapatkan percikan Cahaya Illahi. Dengan kata lain mulai tumbuh berkembang Sang Cinta di dalam diri nya.

Bagaimana agar kita dapat menumbuhkan kesadaran atau mendapatkan percikan Cahaya Illahi atau mulai bertumbuh Sang Cinta di dalam diri ??  Tentu nya banyak jalan yang dapat di lakukan sebanyak bilangan umat yang ada.
Salah satu jalan diantara nya adalah melalui DARMA atau DERMA. Darma adalah kesadaran berbuat baik dan berbagi secara nyata, tulus dan penuh kasih kepada  sesama dan semesta secara spontan tanpa pamrih apapun juga.  Tanpa dihitung untung ruginya, dipikirkan dampaknya, dan atau diharapkan balasan dan imbalannya. Mengalir begitu saja.

Berdarma adalah bentuk pelayanan kita kepada diri sendiri, sesama, dan semesta. Pelayanan yang kita lakukan secara total, tanpa rekayasa dan tanpa kepentingan apapun akan membuahkan berkah yang dapat membebaskan kita dari keterhijaban bathin. Darma  juga akan "memudahkan" dan "meluruskan" laku spiritual apapun yang kita lakukan tuk mencapai tujuannya. Melalui darma ini pulalah jiwa dan raga kita akan dibersihkan dan siap menerima percikan Cahaya Illahi.  Sehingga  Sang Cinta akan tumbuh berkembang bersemayam di dalamnya.

Sesungguhnya darma adalah bagian dari warisan ajaran leluhur nusantara yang mulia dan mestinya dapat kita jadikan budaya anak bangsa.  Jangan berpikir dua kali untuk ber darma. Untuk dapat berdarma, kita mesti berkarya. Urip iku Urup. Untuk bisa Urup (Nyala untuk menerangi), maka kita mesti Urip ( wong Urip iku mesti "obah" atau berkarya). Berdarma lah sesuai kemampuan dan atau apa pun yang bisa kita darma kan. Tidak perlu menunggu kaya untuk berdarma. Dan tidak perlu menunggu berlebih baru kita berbagi.

Yakinlah semakin banyak yang kita berikan (berbagi) akan semakin banyak pula yang kita terima. Berdarma bukan hanya menjadi berkah bagi sesama dan semesta tapi juga menjadi berkah untuk diri kita sendiri, khususnya dalam menumbuhkembangkan Cinta dalam kehidupan kita sehari-hari. Darma menjadikan kita manusia yang bermakna, manusia yang menjadi rahmat bagi sesama dan semesta.-

#Oneness#ans#.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar