Fenomena kehidupan memperlihatkan manusia telah masuk dalam kehidupan kotak, dan hidupnya terkotak- kotak
Halaman
▼
Minggu, 11 November 2018
π΅ "SECANGKIR ILMU PAHAM".
Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah "paham".
Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.
Tingkat ke dua terbawah adalah "kurang paham".
Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham ..., dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul2 pemahaman yang benar ...!
Naik setingkat lagi adalah mereka yang salah paham. Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih. Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu.
Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah gagal paham. Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan.
Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain.
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja ..., bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan ...?
Tertutup hatinya.
Tertutup akal pikirannya.
Tertutup pendengarannya.
Tertutup logikanya.
Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri.
Parahnya lagi ...,
Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham.
Dia tetap dengan dirinya,
dan dia bangga dengan
ke-gagal paham-annya ...
"Kok paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ? Apa tidak terbalik ?"
"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah."
Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa ...
Dia terus mau menerima ilmu, darimana-pun ilmu itu datangnya.
Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat ..., apa yang disampaikan ...!
Dia paham ...,
ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.
Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi.
dia seperti balon gas yang berada di atas awan.
Dia terbang tinggi dengan kesombongannya ...,
Memandang rendah ke-ilmuan lain yang tak sepaham dengannya,
Dan merasa akulah kebenaran ... !!!
Masalahnya ..., dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin, tanpa mampu menolak.
Sering berubah arah, tanpa kejelasan yang pasti.
Akhirnya dia terbawa ke-mana2 sampai terlupa jalan pulang ..., dia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya ...
Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya ..., dengan penyesalan yang amat sangat dalam.
"Jadi yang perlu diingat ...,
akal akan berfungsi dengan benar, ketika hatimu merendah ...
Ketika hatimu meninggi.., maka ilmu juga-lah yang akan membutakan si pemilik akal ..."
Ternyata di situlah kuncinya.
"Lidah orang bijaksana, berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya ..., tetapi hati orang dungu, berada di belakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ... !!!"
"Ilmu itu open ending"
Makin digali makin terasa dangkal.
Jadi kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa...!!
Tulisan BAGUS ini kiriman Sseseorang yang tak ada nama penulisnya ( semoga Alloh memuliakan beliau )
Silakan di share jika di rasa bermanfaat..
Jumat, 20 Juli 2018
*THE POWER of MIND-SET*
![]() |
| Sumber gbr : katakatabijak.net |
===================
Seorang murid bertanya pada gurunya;
"Guru kenapa ya hidup ini selalu banyak masalah?"
Guru: Bukan hidup yang banyak masalah tapi pikiranmulah yang bermasalah...?"
"Kamu selalu berprasangka buruk pada apa saja dan siapa saja, itulah sebenarnya akar masalahnya."
Murid: "Tapi faktanya aku selalu mendapat masalah dalam hidupku."
Guru: "Ya itu karena pikiranmu bermasalah", Setiap kejadian dalam hidup itu sifatnya netral, pikiran kamulah yang menilai itu "bermasalah" atau "menguntungkan."
Murid : "Maksudnya?"
Guru : "Misalnya apakah Hujan itu bermasalah atau malah menguntungkan.”
Murid : "Bagiku bermasalah, karena kalau aku naik motor dan lupa bawa jas hujan pasti basah kuyup."
Guru : "Lantas kalau hujan bagi tukang Baso dan Tukang Payung apakah itu bermasalah?"
Murid : "Tentu saja tidak", bagi mereka malah menguntungkan.
Guru : "Yang jadi masalah Hujannya atau orangnya...?”
*Ingatlah selalu ketika kita berprasangka baik maka hal-hal baiklah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita*.
Dan ketika kita selalu berprasangka buruk maka hal-hal buruklah yang akan selalu kita jumpai setiap hari.
Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita.
Karena kita dan pikiran kita sendirilah penyebabnya.
Bisa jadi ketika kamu membaca tulisan ini dapat membantu kamu untuk memperbaiki cara berpikirmu, agar hidupmu tidak selalu dirundung masalah.
Jadi mari kita ubah cara berpikir kita saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan.
Nah sekarang mari kita cek cara berpikir kita masing2 yang tercermin dari komentar-komentar kita setiap hari :
1. Melihat rekan kerjanya naik jabatan
Orang positif: Saya akan belajar dari dia.
Orang negatif: Pasti dia pinter banget cari muka.
2. Melihat orang pergi liburan ke luar negeri ?
Orang positif: Semoga kelak aku bisa seperti dia.
Orang negatif: Photonya paling cuma buat pamer-pamer doang.
3. Membaca status di WA/fb
Orang positif: Terimakasih untuk infonya izin share ya...
Orang negatif: Ah infonya basi saya sudah pernah baca kok.
4. Membaca status humor di WA/FB.
Orang positif: Terimakasih telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini.
Orang negatif: Garing! Gak lucu!
5. Turun Hujan.
Orang positif : Syukur udaranya jadi sejuk.
Orang negatif: Ah kalo pas lagi perlu terang malah hujan, Dasar Sial !!
6. Dapat Gaji.
Orang positif: Syukur bisa buat bayar-bayar kebutuhan.
Orang negatif: Percuma gajian juga gak cukup buat bayar2 kebutuhan.
7. Melihat orang berpakaian Sederhana.
Orang positif: Duh dia orang yang sederhana sekali ya meskipun pejabat.
Orang negatif: Pejabat Tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih.
8. Punya Motor.
Orang positif: Syukur punya motor, enaknya naik motor itu klo pas panas gak kehujanan dan klo pas hujan gak kepanasan.
Orang negatif: Begini neh klo naek motor, klo pas ujan basah kuyup gak kayak orang yang punya mobil.
9. Membaca postingan ini
Orang Positif: Terimakasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain.
Orang Negatif: "Gak mau baca" karena dianggap menyindir dan menyinggung atau terlalu kasar.
Tipe yang manakah kita....?
Itulah yang akan menentukan nasib kita.
Mau ubah nasib ?
Jadilah Manusia yang selalu berpikir positif.. *Berpikir positif adalah manusia yang memilih hidup bersama Allah*
INGATLAH !!!! KEKUATAN PIKIRAN SANGAT MENENTUKAN JALAN HIDUPMU
Sumber : grup WA Panca Daya
Selasa, 19 Juni 2018
Hakekat Guru Sejati
![]() |
| Sumber gbr : naijawriterscoach.com |
Guru Sejati, dan Sedulur Papat Lima Pancer
Melalui 3 langkahnya (Triwikrama) Dewa Wishnu (Yang Hidup), mengarungi empat macam zaman (kertayuga, tirtayuga, kaliyuga, dwaparayuga), lalu lahirlah manusia dengan konstruksi terdiri dari fisik dan metafisik di dunia (zaman mercapada).
Fisik berupa jasad atau raga, sedangkan metafisiknya adalah roh beserta unsur-unsur yang lebih rumit lagi.
Ilmu Jawa melihat bahwa roh manusia memiliki pamomong (pembimbing) yang disebut pancer atau guru sejati.
Pamomong atau Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan pembimbing roh atau sukma.
Roh atau sukma di siram “air suci” oleh guru sejati, sehingga sukma menjadi sukma sejati.
Di sini tampak Guru sejati memiliki fungsi sebagai resources atau sumber “pelita” kehidupan.
Guru Sejati layak dipercaya sebagai “guru” karena ia bersifat teguh dan memiliki hakekat “sifat-sifat” Tuhan (frekuensi kebaikan) yang abadi konsisten tidak berubah-ubah (kang langgeng tan owah gingsir).
Guru Sejati adalah proyeksi dari rahsa/rasa/sirr yang merupakan rahsa/sirr yang sumbernya adalah kehendak Tuhan; terminologi Jawa menyebutnya sebagai Rasa Sejati.
Dengan kata lain rasa sejati sebagai proyeksi atas “rahsaning” Tuhan (sirrullah). Sehingga tak diragukan lagi bila peranan Guru Sejati akan “mewarnai” energi hidup atau roh menjadi energi suci (roh suci/ruhul kuddus).
Roh kudus/roh al quds/sukma sejati, telah mendapat “petunjuk” Tuhan –dalam konteks ini hakikat rasa sejati– maka peranan roh tersebut tidak lain sebagai “utusan Tuhan”.
Jiwa, hawa atau nafs yang telah diperkuat dengan sukma sejati atau dalam terminologi Arab disebut ruh al quds. Disebut juga sebagai an-nafs an-natiqah, adalah sebagai “penasihat spiritual” bagi jiwa/nafs/hawa.
Jiwa perlu di dampingi oleh Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh nafsu yang berasal dari jasad/raga/organ tubuh manusia.
Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan merubah karakternya menjadi jahat.
Menurut ngelmu Kejawen, ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bisa menemui wujud Guru Sejati.
Guru Sejati benar-benar bisa mewujud dalam bentuk “halus”, wujudnya mirip dengan diri kita sendiri. Mungkin sebagian pembaca yang budiman ada yang secara sengaja atau tidak pernah menyaksikan, berdialog, atau sekedar melihat diri sendiri tampak menjelma menjadi dua, seperti melihat cermin.
Itulah Guru Sejati anda. Atau bagi yang dapat meraga sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri.
Wujud kembaran (berbeda dengan konsep sedulur kembar) itu lah entitas Guru Sejati.
Karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akan tepat dan benar adanya. Tidak akan menyesatkan.
Oleh sebab itu bagi yang dapat bertemu Guru Sejati, saran dan nasehatnya layak diikuti. Bagi yang belum bisa bertemuGuru Sejati, anda jangan pesimis, sebab Guru Sejati akan selalu mengirim pesan-pesan berupa sinyal dan getaran melalui Hati Nurani anda.
Maka anda dapat mencermati suara hati nurani anda sendiri untuk memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang anda hadapi.
Namun permasalahannya, jika kita kurang mengasah ketajaman batin, sulit untuk membedakan apakah yang kita rasakan merupakan kehendak hati nurani (kareping rahsa) ataukah kemauan hati atau hawa nafsu (rahsaning karep).
Artinya, Guru Sejati menggerakkan suara hati nurani yang diidentifikasi pula sebagai kareping rahsa atau kehendak rasa (petunjuk Tuhan) sedangkan hawa nafsu tidak lain merupakan rahsaning karep atau rasanya keinginan.
Sarat utama kita bertemu dengan Guru Sejatikita adalah dengan laku prihatin; yakni selalu mengolah rahsa, mesu budi, maladihening, mengolah batin dengan cara membersihkan hati dari hawa nafsu, dan menjaga kesucian jiwa dan raga.
Salam sagung Dumadi π
Sumber tulisan : WA grup Panca Daya
Kamis, 14 Juni 2018
Nglithih dan Hilangnya Solidaritas Kemanusiaan Anak Muda
![]() |
| Sumber gbr : kompasiana.com |
Saat kita berusaha untuk mensucikan hati kita di bulan Ramadhan ini tiba-tiba dikejutkan oleh berita tentang adanya korban jiwa akibat perilaku "nglithih" yang dilakukan oknum remaja yang tak bertanggung jawab. Kejadian ini justru terjadi di kota Jogjakarta yang banyak dikenal dan dijuluki sebagai kota berpendidikan dan berbudaya. Korban adalah mahasiswa kampus UGM yang sedang keluar membagikan makanan untuk sahur dengan menggunakan motor pada dini hari.
Kejadian "nglithih" ini sudah sering terdengar berulang-kali dilakukan oleh gerombolan oknum remaja yang biasanya menyerang secara fisik dengan menggunakan senjata tajam terhadap siswa di sekolah lain atau orang-orang yang tidak punya masalah apa-apa dengan pelaku nglithih. Biasanya dilakukan di tempat yang sepi dan pada jam-jam tertentu. Lalu bagaimana bisa perilaku nglithih ini berulang?, bagaimana sejarahnya dan apa sebenarnya motif para pelakunya?
Nglithih, Kasus Kenakalan Remaja Kota Jogja
Fenomena kenakalan remaja di jogja sudah terjadi sejak lama. Mulai dari nongkrong, membentuk komunitas atau geng, melakukan corat-coret tembok, tawuran dan sebagainya menjadi pemandangan jamak. Akhir-akhir ini istilah nglithih/klithih kerap terlontar di berbagai obrolan yang membahas kenakalan remaja.
Nglithih/klithih berasal dari kata dalam Bahasa Jawa yang berarti lebih kurang mencari kesibukan di saat senggang. Sementara nglithih dalam konteks kenakalan remaja adalah berkeliling menggunakan kendaraan yang dilakukan sekelompok oknum kelompok pelajar.
http://jogja.tribunnews.com/2014/08/24/nglithih-cara-geng-pelajar-jogja-mencari-mangsa
Pelaku nglithih biasanya memiliki subkultur yang menyimpang dari norma-norma umum yang dianggap wajar dalam masyarakat. Hampir sama dengan perilaku yang lain seperti melakukan vandalisme atau merusak fasilitas umum dengan cara mencorat coret tembok, nglithih sudah menjadi ancaman bagi rasa aman bagi masyarakat Jogja terutama bagi para pelajar. Perilakunya yang agresif dan menyerang orang lain tanpa pandang bulu sampai menimbulkan korban jiwa membuat nglithih sudah termasuk tindakan kriminal yang mengancam jiwa masyarakat.
Fenomena kenakalan anak muda atau remaja yang saat ini masuk kategori generasi Z yaitu anak muda yang lahir di era tahun 1995 an sampai 2000 n keatas sungguh mengecewakan. Generasi penerus bangsa yang saat ini sudah sangat familiar dengan gadget dan gandrung berinteraksi dengan dunia maya dan medsos di internet seharusnya mampu menjadi manusia yang kreatif dan mampu membawa perubahan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Generasi ini punya ciri kepribadian yang cair, fleksibel dan suka dengan perubahan gaya hidup baru. Mengenal dunia yang luas, sangat suka mencari informasi baru yang bersumber pada medsos di internet dan cenderung individualis dan punya rasa ingin tahu yang tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Apa penyebab fenomena nglithih terutama di kota jogja masih sering terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab?
Pertama adalah dimulai dari peran orang tua di lembaga keluarga dimana anak muda dilahirkan dan dibesarkan. Orang tua punya tanggung jawab besar untuk mengasuh anak dan memberi perhatian lebih ketika mereka sudah mulai berkembang dan tumbuh menjadi remaja yang mulai peka dengan perubahan dirinya. Ketika sudah mulai beranjak remaja sebaiknya orang tua memberikan sosok figur keluarga yang baik dan harmonis karena remaja sudah mulai mengenal figur-figur lainnya yang cenderung disukainya. Alangkah baiknya orang tua yang ditengah kesibukan mencari nafkah juga memberi waktu luang yang cukup untuk memberi perhatian yang lebih pada remaja. Apalagi remaja di era generasi now biasanya cenderung suka berinteraksi dengan dunia maya maka orang tua harus mulai membimbing bagaimana menggunakan gadget yang baik supaya remaja mampu mengembangkan kepribadian kearah yang lebih positif.
Yang kedua adalah peranan para guru di lembaga pendidikan. Tanggung jawab seorang guru tidak hanya mendidik anak muda dan remaja menjadi lebih pintar. Sebagai guru SMA yang biasanya mengajar para peserta didik yang sudah beranjak remaja, metode pendidikannya juga harus berbeda dengan guru di sekolah SD atau SMP. Di masa sekolah SMA biasanya murid-murid sudah mulai berusia puber, mulai mengenal rasa cinta terhadap lawan jenis, mulai membangun rasa pertemanan dan persahabatan yang kuat, mulai mengenal organisasi dan grup komunitas yang menjadi referensi gaya hidupnya. Apalagi di sekolah SMA sudah mulai dikenal organisasi yang dibentuk oleh murid-murid senior dan disana mulai ada segmentasi kelompok yang masing-masing mempunyai kebutuhan dan gaya hidup berbeda. Rasa identitas kelompok mulai berkembang ketika bersekolah di SMA. Rasa saling memiliki, rasa solidaritas pertemanan mulai menguat dan disinilah mulai terjadi pembagian solidaritas kelompok yaitu ingrup dan outgrup. Antara kami disini dan mereka disana yang masing-masing memiliki standar referensi nilai berbeda. Disinilah mulai timbul gap (kesenjangan) antar kelompok. Ketika kelompok ini mulai melepaskan diri dari dunia sekolah akibat teralineasi atau terasing dengan dunia pendidikan dan tidak mendapat perhatian dan perlakuan baik dari guru maka yang terjadi adalah rasa identitas kelompok yang makin menguat. Akhirnya terbentuklah komunitas yang makin eklusif dengan gaya hidupnya dan akhirnya membentuk subkultur yang menyimpang. Disinilah mereka mendapat perhatian khusus dan lebih yang tidak terdapat di kelompok lainnya. Mereka suka dengan kegiatan nongkrong dan bermain bersama dan selalu ingin menarik perhatian dengan menonjolkan diri di ruang publik namun mengganggu kenyamanan dan ketertiban baik disekolah maupun luar sekolah. Aktivitas luang banyak dihabiskan untuk hal yang negatif seperti keluyuran di jalan dengan membentuk geng motor, nongkrong di kafe atau warung dan mangkal di pinggiran jalan atau tempat tertentu yang menjadi markas kelompoknya.
Sebagai guru dan wali murid sekolah sudah sebaiknya memberikan perhatian khusus kepada siswanya di ruang kelas yang kurang berprestasi di kelasnya namun menonjol di bidang lainnya. Guru tidak boleh hanya memberi nasehat dan kritik terbuka yang justru bersikap kontraproduktif bagi pengembangan kepribadiannya. Untuk memberikan rasa kepercayaan diri kepada mereka sudah sepantasnya seorang guru memberi ruang khusus untuk menyalurkan minat mereka seperti kegiatan ekstrakurikuler yang positif sehingga meminimalisir dampak negatif akibat pergaulan bebas yang berujung pada kekerasan kepada orang lain diluar kelompoknya seperti bentrok antar kelas di dalam sekolah, perselisihan hang sering terjadi antara senior (murid lama) dan junior (murid baru),atau tawuran antar pelajar yang melibatkan sekolah lain. Dampak selanjutnya adalah perilaku nglitih yang sudah merupakan tindakan kriminal melukai orang lain di jalan.
Yang ketiga adalah lembaga agama yang punya tanggung jawab untuk menanamkan nilai yang baik pada umatnya termasuk di kalangan remaja. Bagaimana lembaga agama menyiarkan dakwah yang mampu memperbaiki ahlak kaum remaja yang cenderung menyimpang dari tatanan etika dan moral dan dilarang oleh ajaran agama.
Namun yang sangat disayangkan justru fenomena keberagamaan kita justru makin menjauh dari dakwah yang menyejukkan dan membawa perdamaian bagi sesama umat dan umat yang berbeda agama. Meskipun masing2 agama memiliki ajaran yang mutlak dan absolut alangkah baiknya fenomena keberagamaan kita harus mewujudkan tatanan masyarakat yang menuju perdamaian bukan saling menyalahkan yang berujung pada saling mencurigai antar sesama kelompok yang berbeda. Jika ada kesalahan sebaiknya pemimpin agama memberikan solusi yang baik kepada umatnya dan jangan melabelkan sesuatu kepada kelompok lain sesat atau menyimpang sebelum mengerti akar permasalahannya. Ketika menjumpai fenomena berupa kenakalan remaja di tengah kehidupan bermasyarakat Mereka terkadang dicap dan diberi label maksiat dan melakukan penghakiman massa tanpa tahu duduk persoalannya lebih dahulu. Memperbaiki ahlak dan moral terhadap orang lain memang tidak bisa secara instan tetapi melalui proses yang panjang dan dengan cara yang juga damai dan dakwah yang menyejukkan sehingga para remaja bisa tersentuh hatinya untuk menuju pada jalan kebenaran.
Yang ketiga adalah lembaga hukum dan penegakan hukum yang masih berjalan di tempat. Ada kecenderungan bahwa fenomena sosial menyimpang anak muda dan remaja hanya mendapatkan hukuman berupa sangsi dan teguran karena seringkali belum cukup umur. Namun ketika sudah mulai marak terjadi dan terkadang menimbulkan korban jiwa biasanya para pelaku baru dikenai hukuman yang berat supaya jera.
Ada faktor yang cukup menprihatinkan bahwa di tengah-tengah masyarakat kita saat ini ada kecenderungan yang menganggap bahwa penegakan hukum kita sudah tidak mampu lagi membawa terapi kejut kepada para pelaku kejahatan karena biasanya mereka menganggap bahwa aparat penegak hukum kurang tegas dan tidak lagi mencerminkan kewibawaan hukum akibat ketidakadilan yang masih dirasakan oleh masyarakat karena banyak kasus yang sering tebang pilih. Padahal di kota Jogjakarta yang merupakan kota terpelajar sudah sewajarnya ada kacamata hukum yang melibatkan kajian hukum terhadap fenomena kenakalan remaja dan anak muda yang sudah sering terjadi seperti aksi vandalisme dan nglithih.
Yang kelima adalah lembaga kemasyarakatan baik yang bersifat swadaya seperti ormas maupun yang dibiayai oleh pemerintah daerah seperti karang taruna.
Banyak sekali ormas yang sering dibentuk oleh masyarakat sendiri dimana para anggotanya dan simpatisannya adalah para pemuda yang terkadang masih labil kejiwaannya sehingga yang terjadi justru ormas ini dibonceng oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan politik praktis. Mereka banyak menggunakan anak muda dan remaja yang cenderung emosional sehingga seringkali mengganggu ketertiban umum seperti berkampanye di jalan raya dengan memakai alat-alat yang bisa melukai orang lain seperti senjata tajam. Hal ini justru merusak citra dari ormas itu sendiri yang seharusnya melakukan tugas dan kewajiban positif yaitu untuk memberdayakan para pemuda dan remaja bukan memakai mereka demi kepentingan politik praktis. Kejadian ini hampir banyak ditemui di jalan-jalan kota Jogjakarta pada saat melakukan kampanye politik. Aktivitas mereka justru kontraproduktif bagi kalangan anak muda yang seharusnya dididik dan dibina menjadi kader bangsa yang baik dan mencerminkan budi pekerti yang luhur.
Dari kelima faktor yang saling terkait satu sama lain maka sudah saatnya para stakeholder masyarakat Jogja bisa mengantisipasi fenomena kenakalan remaja dengan lebih baik. Jangan sampai identitas kota Jogja yang berbudaya dan berpendidikan ini menjadi tercoreng nama baiknya akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan lemahnya tata kelola kelembagaan masyarakat Jogja sehingga menciptakan kesan yang buruk bagi para pendatang yang ingin melanjutkan studi di Jogjakarta.
Sudah saatnya bagi kita untuk lebih memperhatikan persoalan generasi muda dengan lebih kritis. Jangan sampai dengan adanya peristiwa kenakalan remaja seperti kasus nglithih justru menjadi tren bagi anak muda yang ingin menunjukkan eksistensinya. Mudah-mudahan masih banyak anak muda yang mampu membawa rasa damai di tengah lingkungan masyarakat. Menggalang kembali rasa solidaritas kemanusiaan kita yang hampir menghilang akibat perilaku sosial agresif yang justru membuat lemahnya ikatan antar kelompok dan komunitas generasi muda kita.
Selasa, 12 Juni 2018
Kim dan Trump "Seng waras kudu ngalah"
![]() |
| Sumber gbr : detik.com |
Tanggal 12 Juni 2018, bertepatan dengan hampir berakhirnya bulan Ramadhan 1439 H dalam kalender bulan suci umat Islam sebuah moment bersejarahpun tercatat. Dua musuh bebuyutan paling ditakuti dunia yaitu korut dan AS bertemu di Singapura. Kim Jong Un, sosok pemimpin Korut yang dikenal anti dengan negara kapitalis AS berubah haluan 180 derajat. Negara yg dituduh sebagai ancaman dunia terutama bagi kawasan Asia Pasifik terutama Korsel, Jepang dan AS bersedia berdamai dengan AS.
Sebelumnya Kim Jong Un sudah memiliki niat baik dengan berkunjung ke negara seterunya yaitu Korsel. Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden Korsel Moon Jae In. Sebuah langkah bagi perdamaian di Asia Pasifik tercipta. Tidak hanya itu saja, korut mulai membuka diri bagi kritik dari dunia internasional akibat uji coba nuklir. Dengan komitmennya yang sungguh-sungguh untuk mematuhi aturan anti nuklir korut mengundang perwakilan jurnalis dari luar negeri untuk meliput berita peledakan di terowongan ujicoba nuklir di korut. Seperti tecatat di situs https://m.detik.com/news/foto-news/4037823/detik-detik-peledakan-3-terowongan-nuklir-korut/1
"Seng Waras Kudu Ngalah"
Donald Trump seorang tokoh kontroversial AS yang sering menuduh negara-negara lain sebagai penjahat perang harus belajar banyak dari Korut.Negara kecil ini memang sangat berbahaya dan dikenal paling anti dengan AS. Bahkan konflik yang sering terjadi di semenanjung Korea akhir-akhir ini adalah akibat kecerobohan AS yang suka bermain api. Lihat saja manuver militer di dekat perairan korea dan latihan perang bersama Korsel adalah salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan bagi Korut. Strategi ini akibat dari rasa khawatir AS kepada Korut yang diklaim memiliki senjata Nuklir dan rudal jarak jauh yang siap menghantam AS jika perang terjadi.
AS dan negara sekutu tidak berhasil mengisolasi Korut dari Korsel. Meskipun diembargo bertubi-tubi oleh AS, Korut justru merasa dirinya sedang dizolimi AS. Akhirnya dengan semangat untuk mensucikan diri di bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Kim Jong Un mulai berpikir dengan senjata diplomasi. Entah mendapat wangsit dari langit atau akibat tekanan dari negara sahabat Kim Jong Un membuktikan bahwa dirinya masih "Waras" dalam tanda kutip. Waras adalah bahasa Kejawen yang artinya Sehat. Atau dalam bahasa Islaminya Sehat Walafiat. ,(lahir dan batin). Kim bersedia meredakan konflik di semenanjung Korea dan memulai rekonsiliasi perdamaian dengan korsel dan AS.
Mungkin banyak pertanyaan kontroversial muncul bagi kita.. Siapa sebenarnya yang waras? Kim Jong Un atau Donald Trump. Bukankah keduanya adalah mirip orang gila yang suka berpikir dan bertindak tanpa menggunakan logika dan akal sehat? Keduanya sering membuat pernyataan kontroversi yang membuat dunia menjadi kacau dan tidak stabil bagi perdamaian? Lalu apa itu definisi kata berikut ini 'seng waras kudu ngalah" menurut tradisi kejawen?
Kontroversi "Seng Waras Kudu Ngalah"
Dibawah ini saya akan mengutip pandangan Anthonia Mathilda dalam situs ini https://www.kompasiana.com/hildayogya1605/yakin-sing-waras-ngalah-terus_587d2b672bb0bd222c47e4c8
"Kalau semua orang waras ngalah, orang gila lah yang akan menguasai dunia ini. Dia akan memanfaatkan "ngalah"nya orang-orang waras. Dia akan teriak bahwa dia (yang tidak waras) inilah pihak yang paling waras. Dia terus teriak ke jalan-jalan, ke medsos, ke pasar, bahkan ke ceramah-ceramah keagamaan."
"Orang-orang yang benar-benar waras pun mendengarnya,kadang menertawakan sinis tentang isi teriakan itu, tapi mereka enggan menanggapi karena mereka menganggap itu sia-sia "wis biarin.. sing waras, ngalah", dan kewarasan mereka tidak perlu dibela karena toh sudah nyata terlihat. "
"Kemudian "si tidak waras" mulai menunjukkan argumen-argumen yang memutar balikkan fakta dan logika tentang kewarasan mereka. Mereka terus berteriak, sehingga orang-orang waras yang sedang depresi, mulai mendengarkan sedikit demi sedikit argumen yang mereka sampaikan. Pengikutnyapun semakin bertambah. Orang-orang yang mendengarkan teriakan merekapun kini mulai mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri."
Orang-orang waras mulai menyadari kekeliruan ini setelah beberapa temannya bahkan keluarganya ikut meneriakkan hal yang sama. Saat mereka mulai melakukan diskusi untuk menyampaikan kebenaran, orang-orang yang "tidak waras" meladeni ajakan diskusi itu. Kemudian di saat mereka "yang tidak waras" ini sudah terpojok, mereka lalu mengatakan: "Sing Waras, Ngalah". Si waras terdiam, diapun mulai menyadari inilah efek pembiarannya selama ini. Bahkan diapun mulai meragukan kewarasan dirinya sendiri."
Hakekat "Seng Waras Kudu Ngalah"
Dari kutipan argumen di atas, seolah-olah sang penulis kompasiana tidak setuju dengan cara berpikir "seng waras ngalah". Bahkan penulis diatas menjustifikasi kalau orang gila yang sebenarnya adalah orang yang menganggap dirinya paling waras. Hal ini justru bertentangan dengan pendapat saya pribadi. Bahwa siapa yang waras atau yang paling waras antara Kim Jong Un atau Donald Trump toh masing-masing orang punya analisanya sendiri.
Menurut hemat saya, orang yang mulai sadar untuk waras dari kegilaannya harus kita beri pujian apalagi ini menyangkut masa depan perdamaian dunia. Saat ini ada pemimpin dunia yang memberi argumen yang kadang sering kontroversial dan membuat keadaan dunia bertambah buruk. Apalagi dunia sekelas super power. Menciptakan ketegangan antar kawasan dan ketika banyak medsos meliput maka menjadi santapan rohani bagi khalayak ramai. Apalagi sekelas Donald Trump.
Jadi apa salahnya "Seng waras kudu ngalah?" daripada sama-sama tidak waras marilah kita bikin suasana yang rukun dan tenang supaya tercipta perdamaian seluruh umat manusia. Dan mungkin Kim Jong Un salah satunya tokoh "seng waras kudu ngalah" yang berperan aktif untuk saat ini. Meski banyak pendukung Kim Jong Un yang anti dengan AS tidak suka dengan gayanya yang sekarang. Sebagai manusia sejati yang cinta damai, Kim Jong Un patut diacungi jempol. Jadi kita bisa tahu siapa manusia yang waras diantara keduanya? Kim Jong Un atau Donald Trump..?
Jumat, 27 April 2018
Sebuah Botol
![]() |
| Sumber gbr : kata-motivasi.com |
Ini ada tulisan bagus untuk kita direnungkan :
Sebuah *BOTOL* πΆ
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...
*Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...*
Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...
Yang membedakannya adalah; *KARAKTER* yg ada didalam diri kita.
Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.
*"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"*
_Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita *tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.*_
_Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun..._
*"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"*
*Ingat! Umur itu seperti es batu.*
_dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._
*"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*
π― Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
*1. Waktu*
*2. Ucapan*
*3. Kesempatan*
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya...
π― Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
*1. Amarah*
*2. Keangkuhan*
*3. Dendam*
Hindarilah ia selalu...
π― Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
*1. Harapan *
*2. Keikhlasan *
*3. Kejujuran *
Peliharalah ketiganya...
π― Ada 3 hal yang paling berharga :
*1. Kasih Sayang *
*2. Cinta *
*3. Kebaikan *
Pupuklah itu semua...
π― Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
*1. Kekayaan*
*2. Kejayaan*
*3. Mimpi*
Jangan terobsesi karenanya...
π― Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :
*1. Komitmen*
*2. Ketulusan*
*3. Kerja Keras*
Upayakanlah sekuatnya...
π― Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
*1. Tekad*
*2. Kemauan*
*3. Fokus*
Usahakan dengan sungguh-sungguh...
π― Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
*1. Rejeki*
*2. Umur *
*3. Jodoh *
Mintalah pada TUHAN..
π― TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI :
*1. Tua *
*2. Sakit *
*3. Kematian *
*Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya...*
Jangan disimpan utk diri sendiri tapi bagikan kepada orang lain
Sumber tulisan : grup WA Panca Daya
Selasa, 03 April 2018
Kisah Tahun 2030
![]() |
| Sumber gbr : dhakatribune.com |
Cerpen A Zakky Zulhazmi
Pram sedang membaca koran dengan headline 'Negara Bubar 2030'. Ia membaca berita yang membosankan itu sampai ketiduran. Begitu bangun, Pram terhenyak, ia tiba-tiba telah berada di tahun 2030!
Pram mencuci muka lalu membuat kopi, mengambil dua lembar roti tawar, mengoleskan selai kacang dan menyantapnya. Pram menyalakan televisi. Sebuah stasiun televisi menayangkan siaran langsung pidato presiden. Pidato berisi keputusan resmi presiden untuk menjadikan agama A sebagai satu-satunya agama yang diakui negara. Mata Pram melotot hampir copot.
Pram membuka jendela. Ia melihat kota berwarna kelabu. Kapsul terbang hilir mudik. Alat transportasi itu tampaknya telah menggantikan motor, mobil, dan kendaraan lain. Pram ternganga. Di sekeliling apartemennya kini hanya ada gedung dan gedung.
Tak tahu harus berbuat apa, Pram kembali menonton televisi. Ia terkaget- target saat televisi menayangkan siaran berita tentang seorang ilmuwan yang menemukan mesin detektor keimanan. Mesin ini tak hanya bisa memindai iman apa yang kita yakini, tapi juga mampu mengukur kadar keimanan.
Mesin detektor keimanan itu telah diproduksi massal untuk sukseskan program pemerintah menjadikan negara itu sebagai negara dengan agama tunggal. Mesin itu nantinya akan dipasang di sudut-sudut kota. Jika terdeteksi seseorang dengan keimanan selain kepada agama A maka ia akan segera ditangkap Pasukan Penegak Keimanan.
Pram berpikir keras. Ia tak bisa bayangkan jika mesin itu juga akan digunakan untuk seleksi penerimaan pegawai negeri. Hanya pegawai negeri dengan kadar keimanan tinggi yang akan diterima bekerja. Lebih jauh, Pram membayangkan mesin itu akan digunakan oleh para orang tua sebelum menikahkan anaknya. Hanya yang memiliki iman yang memadai yang akan diambil mantu. Sableng!
Di luar kamar tiba-tiba terdengar suara berisik. Pram memberanikan diri keluar kamar untuk melihat. Beberapa orang berkumpul depan lift.
''Robot-robot sedang memasang mesin detektor keimanan di tiap lantai. Berhati-hatilah jika kau tidak memeluk agama A, kau akan ditangkap Pasukan Penegak keimanan." kata seorang tetangga Pram. Bulu kuduk Pram meremang.
Pram lekas-lekas kembali ke kamar. Ia nyalakan televisi, mengusir gelisah. Televisi tayangkan iklan membuat puisi. Mesin itu tawarkan jasa membuat puisi. Siapapun bisa menumpahkan isi hatinya lewat mikrofon kecil di mesin itu. Lalu dalam beberapa menit mesin itu akan mengeluarkan kertas berisi puisi yang telah disesuaikan dengan isi hati penggunanya.
Pram tertawa keras-keras. Pram ingat di " kehidupannya dulu" ia pernah menjadi redaktur puisi disebuah koran. Setiap minggu Pram harus memilih satu penyair untuk dimuat puisinya di rubrik yang ia asuh. Pram tak menyangka ditahun 2030 ia akan menonton iklan mesin pembuat puisi di televisi. Ia menduga saat ini sudah tak ada lagi orang yang berprofesi sebagai penyair.
Pagi datang. Pram mendengar teriakan memilukan di kejauhan. Ia bangun dan membuka jendela, nemeriksa apa yang terjadi. Tampak olehnya orang-orang dipaksa naik ke atas kapsul terbang ukuran jumbo. Di badan kapsul terbang terbaca tulisan Pasukan Penegak Keimanan. Pram bergidik ngeri. Ia membayangkan suatu saat ia akan diciduk oleh Pasukan Penegak Keimanan dan digelandang naik ke atas kapsul terbang.
Pram menyalakan televisi dan menemukan tayangan berita tentang bekerjanya mesin detektor dan pergerakan Pasukan Penegak Keimanan. Ternyata dimana-mana ada penangkapan. Beberapa orang dengan terang-terangan melawan pemerintah dengan membentuk Gerakan Keragaman.
Tiba-tiba terdengar pintu kamar Pram diketuk. Ketukan kasar. Pram berdebar. Siapa itu? Apakah Pasukan Penegak Keimanan mendatanginya? Apakah ini saatnya? Lutut Pram lemas.
*) A Zakky Zulhazmi mengajar di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Surakarta.
(Sumber tulisan : SKH Kedaulatan Rakyat, minggu 1 April 2018)
Minggu, 01 April 2018
Tujuh Keajaiban Dunia
![]() |
| Sumber gbr : pinterest.com |
π πΈ Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.π πΈ
Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut
Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...
Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...
Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!
Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?
◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...
◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...
◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?
◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?
◆ Diam di rumah, inginnya pergi...
◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...
◆ Waktu tenang, cari keramaian...
◆ Waktu ramai, cari ketenangan...
◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...
Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...
◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...
SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...
Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki..
Selalu bersyukur dan bersyukur..
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.?
Sumber tulisan : grup WA pancadaya (postingan Pak Agus Harjanto)
Senin, 05 Maret 2018
Darma
Bila seseorang telah dapat melakukan perbuatan baik .... secara spontan, tulus, dan tanpa banyak perhitungan untung rugi nya, bisa jadi karena orang tersebut telah berhasil mengendalikan ego dan menjinakkan pikiran nya. Keberhasilan pengendalian ego dan penjinak an pikiran atas kepentingan diri sendiri umumnya berkorelasi positif dengan mulai bertumbuhnya kesadaran diri. Bertumbuhnya kesadaran seseorang bukanlah pekerjaan instan. Bukan pula hasil kerja dari luar diri kita seperti : guru, ajaran, tempat-tempat tertentu, ataupun tuntunan buku-buku spiritual, dll.
Kesadaran mulai bertumbuh dari hasil praktek dan pengalaman seseorang dalam menyelam ke dasar hatinya sendiri. Sekali lagi hal ini bukan pekerjaan instan. Seseorang yang berkesadaran umumnya telah mulai mengenal diri sejatinya. Dan bagi yang sudah dapat mengenal diri sejatinya, maka dia akan dapat mengenal Tuhan nya. Bersamaan dengan itu umumnya mulai mendapatkan percikan Cahaya Illahi. Dengan kata lain mulai tumbuh berkembang Sang Cinta di dalam diri nya.
Bagaimana agar kita dapat menumbuhkan kesadaran atau mendapatkan percikan Cahaya Illahi atau mulai bertumbuh Sang Cinta di dalam diri ?? Tentu nya banyak jalan yang dapat di lakukan sebanyak bilangan umat yang ada.
Salah satu jalan diantara nya adalah melalui DARMA atau DERMA. Darma adalah kesadaran berbuat baik dan berbagi secara nyata, tulus dan penuh kasih kepada sesama dan semesta secara spontan tanpa pamrih apapun juga. Tanpa dihitung untung ruginya, dipikirkan dampaknya, dan atau diharapkan balasan dan imbalannya. Mengalir begitu saja.
Berdarma adalah bentuk pelayanan kita kepada diri sendiri, sesama, dan semesta. Pelayanan yang kita lakukan secara total, tanpa rekayasa dan tanpa kepentingan apapun akan membuahkan berkah yang dapat membebaskan kita dari keterhijaban bathin. Darma juga akan "memudahkan" dan "meluruskan" laku spiritual apapun yang kita lakukan tuk mencapai tujuannya. Melalui darma ini pulalah jiwa dan raga kita akan dibersihkan dan siap menerima percikan Cahaya Illahi. Sehingga Sang Cinta akan tumbuh berkembang bersemayam di dalamnya.
Sesungguhnya darma adalah bagian dari warisan ajaran leluhur nusantara yang mulia dan mestinya dapat kita jadikan budaya anak bangsa. Jangan berpikir dua kali untuk ber darma. Untuk dapat berdarma, kita mesti berkarya. Urip iku Urup. Untuk bisa Urup (Nyala untuk menerangi), maka kita mesti Urip ( wong Urip iku mesti "obah" atau berkarya). Berdarma lah sesuai kemampuan dan atau apa pun yang bisa kita darma kan. Tidak perlu menunggu kaya untuk berdarma. Dan tidak perlu menunggu berlebih baru kita berbagi.
Yakinlah semakin banyak yang kita berikan (berbagi) akan semakin banyak pula yang kita terima. Berdarma bukan hanya menjadi berkah bagi sesama dan semesta tapi juga menjadi berkah untuk diri kita sendiri, khususnya dalam menumbuhkembangkan Cinta dalam kehidupan kita sehari-hari. Darma menjadikan kita manusia yang bermakna, manusia yang menjadi rahmat bagi sesama dan semesta.-
#Oneness#ans#.
Emas dan Tanah

Renungan pagi
Emas berkata pada Tanah
“Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah,
Apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......???
Apakah engkau berharga seperti aku....... ???”
Tanah menggelengkan kepala dan menjawab,
*“Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain,*apakah kamu bisa....... ???”
Emas pun terdiam seribu bahasa......!!!!!
Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi TIDAK bermanfaat bagi sesama.
Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, tapi SUKAR membantu apalagi peduli.
Tapi ADA juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.
*Makna dari kehidupan BUKAN terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.*
*Jika keberadaan kita DAPAT menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.*
Apalah gunanya kesuksesan bila itu TIDAK membawa manfaat bagi kita, keluarga dan orang lain.
Apalah arti kemakmuran bila TIDAK berbagi pada yang membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila TIDAK memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.
*SEMOGA BERMANFA'AT*
ππππππππ
Rabu, 28 Februari 2018
Awal Sebuah Titik
Oleh : mas Danang
Kita menggunakan hak -masing2 tanpa mengganggu hak orang lain. Sedikitpun tidak boleh ada unsur paksaan, sehingga mengurangi kesucian. Pengertian yang diperoleh harus timbul secara spontan dan wajar (bangkit dengan sendirinya = Qiamu bi - nafshihi), sehingga seorangpun tidak memikul dosa orang lain, bila terjadi penyimpangan. Sebaliknya, bila dirasakan ada manfa'atnya hendaknya berterima kasih kepada Allah dan diharapkan dapat digunakan untuk meringankan beban orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Tidak boleh ada pikiran lain, kecuali keinginan yang intensif untuk mengerti dan mengikuti petunjuk Allah dalam rangka pengabdian selaku manusia terhadap Allah. Dalam hal ini perlu dimengerti, bahwa Allah Maha Kaya, jadi tidak membutuhkan apa2, selain menginginkan umatnya Hidup bahagia. Maka semua itu kita lakukan untuk " mahayu Hayuning buana ", demi kerahayuan umat manusia, sehingga walaupun hanya sekuku hitam, turut pula mempunyai saham dalam pembangunan alam semesta pada umumnya dan pembangunan Indonesia pada khususnya.
Pembangunan meliputi lahir dan bathin dan mengarah kepada keindahan, kesucian dan kesempurnaan. Perbuatan yang tercela apapun alasannya merupakan penyimpangan dari jalan kebenaran. Pikiran dan perbuatan senantiasa dipelihara supaya selaras dengan tujuan.
Jembatan penyebrangan. Peralihan dari suasana alam yang lama menuju yang baru adalah bagaikan jembatan dengan jalur selembut rambut terbelah tujuh.
Maka, sebelum melangkah perlu dipikirkan masak2 terlebih dahulu. Tanya dan jawab sendiri dalam hati :
".........siapa yang mau diantaranya hendak maju kemuka atau mundur kebelakang "
(Alqur'an S. 7 : 37)
Bagi yang sudah siap secara mental, marilah kita mengayunkan langkah pertama.
Awal segala kejadian. Tiap kejadian, peristiwa dan keadaan diawali oleh sebuah titik, demikian pula halnya dengan perjalanan hidup manusia. !
Itulah : "...... suatu ketika dari pada masa yang ia (manusia) belum tersebut sedikit juga " (Alqur'an S. 76 : 1).
Mulailah ia terjun kedalam ruang dan waktu serta melibatkan diri dalam angka2.
Titik tersebut mengandung segala bahan kejadian. Ini adalah benih dari segala benih. Benih hidup, benih peraturan, benih cinta, semua ada padanya.
Dibidang ilmu pengetahuan pun telah diketahui, bahwa ujung jarum setajam apapun merupakan dunia tersendiri, dalam mana terdapat jutaan partikel bergerak secara teratur dan tiada hentinya tanpa terjadi tumbukan.
Jadi, antara penemuan2 dalam ilmu pengetahuan dan pengertian sudah ada pendekatan. Ini berarti, bahwa pengertian diperkuat oleh kemajuan zaman.
Dalam renunganpun yang tampak pertama kali adalah sebuah titik.
Selayang pandangan sebuah titik tidak mempunyai arti apa2. Titik melambangkan sesuatu yang kecil. Didalam geometri dinyatakan sebagai ruang tanpa ukuran. Ini berarti bahwa titik tidak dapat memuat sesuatu.
Bila analisa tersebut dilanjutkan akan berarti, bahwa titik sekaligus ADA dan TIDAK ADA. Disini terdapat suatu kontradiksi yang akhirnya saling mendukung. Dinyatakan ADA bisa, disebut TIDAK ADA juga bisa.
Demikian itu tergantung dari pandangan orang seorang.
Padahal, yang benar itu mestinya hanya ada SATU. Jadi, dalam menghadapi dua perkara, bila yang satu dinyatakan benar tentu yang lain adalah salah.
Mengetahui akan hal itu, maka untuk mengerti kebenaran sejati kita tidak boleh bertolak pada pendapat atau paham, walaupun paham itu disetujui dan dianut oleh orang banyak.
Berpegang teguh pada suatu stelling dan menarik kesimpulan dari padanya dalam menanggapi semua perkara, hanya karena tiap orang berpedoman padanya atau karena sulit menemukan gantinya, ditinjau dari sudut falsafah tidaklah menguntungkan.
Penulis adalah Pengajar Panca Daya Yogyakarta
Senin, 26 Februari 2018
Cinta Universal
Sepasang kekasih memadu kasih dengan belaian kasih sayang dan ciuman hangat. Seorang suami bekerja mencari nafkah dari terbitnya fajar sampai semalam suntuk untuk menghidupi anak dan istrinya di rumah. Seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil dengan dekapan tangannya yang lembut sambil menatap mata anaknya yang mungil dengan penuh kasih sayang..
Dimana-mana kita menjumpai sepasang manusia yang sedang merayu, mencumbu, dan menarik perhatian di muka umum untuk menarik hati lawan-lawan jenisnya.. Kadang menimbulkan perasaan cinta yang menggelora namun ada juga rasa cemburu jika sesosok yang dicintainya merasa berpaling dari dirinya.
Sementara di sudut jalan terlihat sesosok manusia penyendiri yang sedang sibuk melamunkan hidupnya.. Berkata dalam lubuk hatinya 'Seandainya dan seandainya'.. Pikiran melayang sampai menembus kemana-mana tanpa ada ujung pangkal dan tanpa ada jawaban pasti. Merasakan dimana-mana dia hanya melihat hidup itu hanya dimaknai untuk mencintai dan dicintai sampai berkorban terhadap sosok yang dicintainya. Tapi sosok yang dia lihat adalah seorang kekasih yang sedang berpacaran, seorang suami istri yang mengarungi hidup rumah tangga dan orang tua yang sedang mengasuh anak-anaknya..
Dia merenung dan merasakan gundah dan kecewa.. Mengapa manusia hanya peduli dengan sosok yang dicintai hanya yang ada di depan mata?,Bukan sosok yang bernama kehidupan itu sendiri? Kalau memang begitu adanya apakah kita hidup untuk mencintai ataukah mencintai kehidupan itu sendiri..?
Banyak manusia mencintai secara privat semata dimana dalam hidup yang serba individualis ini, makna mencintai hanya sebatas apa yang kita miliki semata. Entah itu pacar, suami istri maupun anak tapi justru meninggalkan hakekat cinta itu sendiri.. Yaitu cinta terhadap kehidupan yang lebih luas daripada cinta yang terkotak-kotak dan terprivasi. Itulah Cinta universal..
Cinta Universal adalah proses mencintai demi rasa kemanusiaan.. Dimana semakin kita mencintai kehidupan maka seharusnya cinta tidak hanya mengarah ke dalam tapi juga mengarah keluar melampaui hakekat rasa kemanusian itu sendiri.
Cinta Universal bukan hanya cinta antar pribadi yang terbentuk dalam pasangan lawan jenis maupun orang tua dan anak melainkan melampaui batas lingkungan yang paling luar yang berbeda suku, berbeda agama, berbeda status dan golongan, ras dan bangsa. Dimana terjadi hubungan timbal-balik antar sesama manusia di dunia ini.
Tanpa adanya cinta universal maka dunia ini hanyalah sekumpulan kotak-kotak yang terpisah satu sama lain.. Terkadang menimbulkan rasa memusuhi terhadap manusia yang berbeda identitas dengan dirinya.. Entah itu identitas suku, agama, ras, golongan yang berbeda dengannya.
Mereka hanya mencintai sesamanya tetapi memusuhi yang lainnya.. Dan jika memang begitu maka proses mencintai yang universal akan menjadi terhambat.
Kehidupan dunia ini akan terus mengalami gejolak persaingan, konflik, peperangan, dan penghancuran apabila proses kita untuk mencintai hanya diartikan secara sempit. Yaitu dalam ruang lingkup privat antar pribadi maupun keluarga.
Bukankah dalam agama kita dianjurkan untuk mencintai dan menyayangi sesama mahluk Tuhan tanpa membeda-bedakan siapapun juga...
Ataukah ada yang salah dengan manusia yang menafsirkannya..? Sehingga kehidupan ini hanyalah milik kaum para pecinta-pecinta privat.. ?
Sabtu, 24 Februari 2018
Manusia Kotak
Salam Sejahtera Buat Kita Semuanya. Dalam postingan ini saya pribadi ingin mengajak kepada para pembaca yang budiman untuk senantiasa mendalami dan mengarungi hidup secara lebih bermakna. Semoga tulisan-tulisan ini dapat bermanfaat secara filosofis dan praktis bagi kita semua agar kehidupan yang kita jalani mampu membawa kebahagiaan lahir maupun batin ditengah kondisi dunia yang semakin hari semakin terkotak-kotak oleh berbagai konstruksi ideologi yang terkadang kurang bermanfaat membawa kita pada kehidupan yang damai.
Selamat menikmati tulisan-tulisan berikut ini. Semoga membawa kedamaian dan kesejukan bagi kita semua. Sebagai pengantar akan saya ulas tentang artikel berjudul manusia kotak. Selamat membaca...
Konon kini dunia tidak lagi bulat, tetapi telah menjadi kotak, akibat teknologi digital yang mengolah informasi yang disajikan dalam layar kotak, baik dalam kotak sempit yang bisa disaku ataupun dalam kotak layar besar yang tidak dapat disaku. Kotak- kotak itu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu kantong saku yang satu berpindah ke kantong saku lainnya. Simpel, dinamis dan mempesona. Dari hari ke hari semakin banyak penggunanya, dan ketergantungan manusia pada informasi layar kotak semakin besar dengan menyita waktu yang sangat banyak.
Kehidupan kotak telah masuk sangat dalam pada ranah politik, ekonomi bisnis, sosial budaya, pendidikan, olahraga, seks, perang, hiburan, hukum bahkan agama. Semuanya telah terhubung dalam jaringan yang semakin luas. Bukan hanya tubuh manusia yang memakai baju kotak- kotak, seperti kampanye politik saat pemilu di mana Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia, tetapi juga pikiran manusia yang terkotak- kotak dalam kota ideologi dan agama yang terkotak- kotak.
Kotak ideologi, suku, ras dan agama telah mengkotakkan manusia dalam fanatisme yang sempit. Ideologi, suku, ras dan agama dipandang sebagai suatu kebenaran yang diterima tanpa sarat, karena sudah menjadi bawaan dan kodrat hidup manusia terkotak- kotak dalam keanekaragaman. Manusia dibesarkan dan dididik dalam kotak ideologi, suku, ras dan agama tertentu yang terkotak sejak lahir, tumbuh dewasa, berkembang sampai tua dan akhirnya mati terkubur dalam kuburan yang terkotak atau diletakkan salam kotak kayu yang dikuburkan dalam kotak liang lahat.
Akibatnya manusia hidup dan tergantung pada kotak- kotak kehidupan yang menyala melalui energi listrik. Kemudian daya listrik menghidupkan layar kotak melalui kotak- kotak power bank yang dibawanya serta kemanapun manusia berada. Sepanjang matahari masih bersinar menghidupkan energi kehidupan kotak, maka kehidupan manusia mulai menggeliat pertanda adanya kehidupan. Manusia dan dunia kotak adalah suatu keniscayaan yang makin hari makin tidak bisa ditinggalkan.
Kotak ideologi adalah keniscayaan keanekaragaman perjuangan seorang individu dalam suatu komunitas untuk meraih cita- cita sosial yang melatar belakangi kehidupannya. Kotak ideologi dirumuskan oleh pendiri dan peletak dasar dan cita- cita politik untuk mendapatkan kekuasaan, karena ideologi tanpa kekuasaan akan sia-sia, sebaliknya kekuasaan akan menjadi sia-sia tanpa landasan ideologis yang jelas dan kuat. Pendiri dan peletak dasar ideologi politik adalah para filsuf yang mengajarkan hakikat suatu kebenaran dan perlunya perjuangan untuk merealisasikan kebenaran ideologis.
Kotak sejatinya ras dan kesukuan adalah keniscayaan kodrat sejak kelahirannya, karena manusia lahir dengan membawa kodrat ras dan kesukuan yang tidak bisa ditolaknya, dan secara simbolis melekat pada nama yang disandangnya. Antara suku dan ras tertentu mempunyai ciri-ciri penamaan yang berbeda antara suku dan ras tertentu menjadi lentur dan digabung-gabung, sehingga anak yang lahir dalam suku dan ras jawa menggunakan campuran nama-nama
yang mengglobal.
Kotak agama juga tidak bisa dihindarkan, karena sejak lahir seseorang sudah membawa kodrat agama yang dibawa oleh orang tuanya. Bahkan yang tidak beragamapun sebenarnya juga beragama dengan tidak beragama itu sendiri. Agamanya adalah tidak beragama itu sendiri. Kotak agama dibawa oleh para nabi yang dipercayai sebagai utusan Tuhan dan membawa firmanNya kepada umat manusia. Para nabi dipercayai sebagai pembawa kebenaran absolut, karena kebenaran yang diwartakan pada nabi adalah kebenaran Tuhan. Kotak agama dengan sendirinya berkotak dengan kotak yang dianggap absolut, dan dalam perkembangan memicu konflik sosial kekerasan karena landasan absolutisme yang tidak bisa diperdebatkan lagi.
Teknologi digital telah mengubah kehidupan manusia secara fundamental, karena telah mengubah pola dan tata hubungan antar manusia-manusia, mengubah konsep pasar dan lingkungan pertemanan, mengubah sistem pendidikan, bahkan mengubah sistem peperangan dan persenjataan yang canggih. Teknologi digital telah menyediakan apa yang dibutuhkan manusia untuk menuju surga ataupun menuju neraka, baik dan buruk diperlihatkan secara telanjang dan menginspirasi banyak orang untuk nemberikan responnya baik yang positif maupun yang negatif.
Hadirnya teknologi digital dalam realitas kehidupan sejatinya tidak netral lagi, karena sepenuhnya terkait dengan kepentingan dunia industri yang melahirkannya. Orang terkaya di dunia sekarang ini lahir dari bisnis teknologi digital seperti Bill Gate. Tidak netral bukan dari sisi moralitas yanh berkaitan dengan baik atau buruk, tetapi dalam arti keberpihakan kepentingan, karena begitu manusia sudah masuk dalam budaya teknologi digital, maka seterusnya akan bergantung pada teknologi digital tersebut, bahkan melupakan tanggung jawab individualnya kepada orang lain. Ketergantungan yang membuat bisnis teknologi digital makin meluas dan melupakan dimensi kemanusiaannya
Sebagai suatu produk teknologi industri, maka teknologi digital adalah tidak netral, tidak bisa dikenakan sangsi moral baik atau buruk, semuanya tergantung pada manusia penggunanya siapa dan untuk tujuan kebaikan atau keburukan. Ketika manusia menggunakannya untuk tujuan kebaikan atau keburukan. Ketika manusia menggunakannya untuk kejahatan, maka teknologi digital tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum, karena yang menjadi subjek dan objek hukum adalah manusianya. Keberpihakan teknologi digital dalam berbagai bentuknya adalah keberpihakan kepada kepentingan industrial yang melatarbelakanginya, dan penguasaan teknologi digital akan mengakibatkan terjadinya kesenjangan yang makin tajam antara yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kecanggihan teknologi yang digunakannya.
Realitas manusia kotak akan makin terkotak oleh kotak teknologi digital yang semakin mengkotak ideologi, suku, ras dan agama, dan semuanya kotak-kotak itu menguasai kehidupan manusia. Dan yang memprihatinkan adalah ketika standar kebenaran ditentukan oleh kotaknya, bahkan kebenaran yang diterima sebagai sesuatu yang absolut. Dehumanisasi secara fundamental telah terjadi dengan kecenderungan untuk saling menyalahkan pihak yang lainnya. Tidak jarang dunia kebenaran dalam kotak menimbulkan konflik kekerasan sosial yang berdarah-darah.
Adakah jalan keluar bagi manusia modern saat ini untuk keluar dari pemutlakan kotak-kotak ideologi, suku, ras, dan agama yang telah mengkotak-kotak kehidupannya? Semuanya akan terpulang pada manusianya sendiri apakah mereka dapat mengambil jarak dan keluar dari kotaknya, meskipun hanya sementara untuk mengkritisi dan mengevaluasi dirinya yang berada dalam kotak-kotak itu? Dengan mengambil jarak, manusia dapat berpikir ulang mengenai jati dirinya sebagai mahluk transendental.
Penulis adalah Guru Besar Filsafat Islam, mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Jumat, 23 Februari 2018
Mutiara Jumat : Toleransi dan Ukhuwah Islamiyah
Oleh : Panji Rizky
Hari jumat seminggu lalu adalah hari perayaan Imlek untuk agama Konghucu. Perayaan berjalan khidmat di Indonesia. Mereka saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.
Namun sebelumnya juga terjadi penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. Pelaku menyerang jemaat dan Pastur yang sedang melakukan peribadatan rutin. Penyerangan tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami, luka-luka.
Kedua peristiwa di atas memperhatikan hal yang saling berlawanan. Pertama, perayaan Imlek yang memperhatikan semangat toleransi. Yang kedua, penyerangan gereja sebagai tempat peribadatan yang memperhatikan kendurnya semangat toleransi.
Keberagaman agama yang ada di Indonesia merupakan keniscayaan harus diterima. Terdapat enam agama resmi di Indonesia. Dalam keberagaman ini, toleransi menjadi sikap yang harus dimiliki oleh setiap pemeluk agama. Sikap toleransi dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Ketika satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain sedang menjalankan peribadatan atau merayakan hari besar, maka sikap toleransi ini yang menjadi kekuatan.
Sikap toleransi dapat diaktualisasikan dengan berbagai cara. Sederhananya dengan bersikap lapang dada satu sama lain. Kemudian dengan menghilangkan kecurigaan antar pemeluk agama. Bersikap terbuka tanpa menggoyahkan prinsip-prinsip dasar setiap agama.
Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Artinya, Islam merupakan agama yang membawa kesejahteraan bagi seluruh alam. Yakni kepada hewan, tumbuhan, terutama manusia.
Dalam Islam juga dikenal Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah selama ini menjadi jargon persatuan atau persatuan umat Islam. Namun ada makna lain dari Ukhuwah Islamiyah, yakni bukan hanya sesama umat Islam. Tetapi sesama manusia yang saling berlainan kepercayaan.
Ukhuwah Islamiyah berarti kekuatan keimanan seseorang untuk menyebarkan nilai- nilai Islam. Nilai- nilai Islam diantaranya persaudaraan universal, kasih sayang dan keadilan. Nilai-nilai ini disebarluaskan kepada sesama manusia.
Oleh sebab itu, untuk menjaga sikap toleransi antara pemeluk agama, kita harus menghayati makna Ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memaknainya dapat pula sikap toleransi teraplikasikan, sehingga dapat terwujud tatanan masyarakat adil-makmur yang diridhai Allah SWT.
Sumber referensi : SKH Kedaulatan Rakyat, Jumat 23 Februari 2018
(Penulis mahasiswa UIN Sunan Kalijaga)
Kamis, 22 Februari 2018
Dimana Letak Kedalaman Diri
Prinsip Ilahiah adalah prinsip yang melatarbelakangi semua kejadian kita masing2 sebagai manusia selaku individu. Sebagai prinsip Ilahiah yang melatarbelakangi kejadian kita maka Dia ada di dlm diri kita masing2. Tuhan tidak meninggalkan ciptaanNya, Tuhan selalu menyertai khidupan kita dengan maksud menjaga keutuhannya, persatuannya, kelestarian hidupnya. Ini akan menjadi kenyataan asal mengerti & tidak menyimpang dr pola pikir Tuhan.
Nah awal segala kejadian inilah disebut pertemuan yang Ilahiah dengan yang manusiawi. Dari sinilah timbulnya Daya menjadi Ex Nihilo yg kita angkat sebagai Tenaga Dalam Sejati.
Awal segala kejadian itu sebagai prinsip Ilahiah yg melatarbelakangi tiap kejadian manusia selaku individu. Awal kejadian. Maka sesungguhnya awal segala kejadian ada di dalam diri kita sendiri.
#Mengerti akan hal ini, meyakini akan hal ini disebut sebagai "Kesadaran Yang Tertinggi".
Dengan demikian kita mengenal diri sendiri. Awal segala kejadian di alam semesta ini disebut "AKU ADA" =Kesadaran Subyektif = Pertemuan yang Ilahiah dengan yang manusiawi = Kesadaran Tertinggi.
Semua yg sedikit saya mengerti utk menggambarkan dimana letak kedalaman diri dan bagaimana caranya kita masuk.
Sugeng siang...
Hidup Kebenaran Kasih. Wassalamualaikum WrWb..
ππππ
*THE POWER OF VIBRASI* (Fisika Terapan Dalam Berdo'a)
*UBAH CARA BERDO'A !!*
Dulu saat di SMP, ada sebuah percobaan menarik menggunakan garputala. Dua buah garputala (A dan B) di hadap2 kan.
Seorang siswa diminta memukul garputala A. Sementara siswa lainnya mengamati apa yang terjadi dg garputala B.
Saat itu kita sangat takjub. Bagaimana tidak, dua garputala terpisah beberapa cm saling menggetarkan.
Garputala A yang dipukul akan bergetar, sekaligus menggetarkan garputala B.
Yang lebih mengesankan saat jumlah garputala ditambah, bunyinya saling menguat dan terdengar lebih keras. Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Guru sains menjelaskan bahwa garputala A dan B itu bisa saling menggetarkan, karna keduanya mengalami resonansi (energi yg saling mengikat), hingga memiliki frekuensi yg sama. Semakin banyak garputala (frekuensi sama) ditambahkan, maka makin keras bunyi yg dihasilkan.
Penjelasan sang guru ber tahun2 lalu itu memotivasi kita utk menyelidiki lebih jauh.
Hasilnya :
Ternyata tidak hanya garputala, namun seluruh isi alam semesta ini akan saling menggetarkan, bila memiliki frekuensi sama.
Ya...
SELURUH ISI ALAM SEMESTA, apapun dan siapapun
Bila Anda berpikir/berniat baik, maka Anda akan mengirim pikiran/niat baik ini ke seantero semesta.
Anda akan menggetarkan pikiran/niat baik lainnya yg ada disudut manapun di alam ini.
Sebaliknya, bila Anda berpikir/berniat jahat, maka Anda akan mengirim pikiran/niat jahat ini ke seantero semesta. Anda akan menggetarkan pikiran/niat jahat lainnya yg ada di sudut manapun di alam ini.
Itulah mengapa saat Anda berpikir/berniat baik, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yang berpikiran sama dan didekati/dido'a kan oleh para malaikat.
Sebaliknya, saat Anda berpikir/berniat jahat, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yg berfikiran sama,
Begitulah hukum SALING GETAR (Hukum RESONANSI) bekerja.
Demikian pula dalam DO'A. Berdo'a lah yang baik2, agar Anda MENGGETARKAN yang baik juga.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai do'a ini.
Anda boleh berdo'a seperti ini, “Ya Allah… berilah SAYA ini… berilah SAYA itu...” dsb...
TETAPI JANGAN TERLALU...
Maksudnya ?
Anda jangan terlalu berdo'a hanya untuk diri Anda sendiri.
Mengapa ?
Karena kalau Anda berdo'a hanya untuk diri sendiri, maka ANDA TIDAK PERNAH MENGGETARKAN SESUATU/SESEORANG diluar sana.
*UBAH DO'A ANDA*
Berdo'alah buat sesamamu, kedua orang tua mu, isteri/suami, anak2, kakak, adik, keponakan, ipar, mertua, mantu, kerabat, sahabat2, teman2 Anda...
Anda tahu apa terjadi ?
SEMUA BERGETAR DAN SALING MENGUATKAN
Untuk itu...
*BERDO'A JUGA UNTUK SIAPAPUN TANPA SEPENGETAHUAN ORANG ITU. BEGITU ANDA UBAH DO'A ANDA KEPADA ORANG LAIN, MAKA DO'A ITUPUN UNTUK ANDA JUGA*
Maka, coba Anda bayangkan seandainya kita semua saling mendo'a kan yg baik dan terbaik buat siapapun.
Bukankah negeri dan alam semesta ini akan dipenuhi dan diliputi gelombang frekuensi yang baik ?
Bukankah frekuensi baik ini akan MENARIK DAN MENGGETARKAN frekuensi Cinta dan Kasih sayang dari Allah ?
Selamat siang semoga semua makhluk hidup berbahagiaπ
Nasehat Buya Hamka
Lengkapnya nasihat Buya HAMKA (ULAMA NUSANTARA), sebagai berikut :
▫Dakwah itu membina, bukan menghina.
▫Dakwah itu mendidik, bukan 'membidik'
▫Dakwah itu mengobati bukan melukai.
▫Dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.
▫Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.
▫Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.
▫Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.
▫Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.
▫Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.
▫Dakwah itu menasehati bukan mencaci maki.
▫Dakwah itu merangkul bukan memukul.
▫Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar.
▫Dakwah itu argumentative, bukan provokatif.
▫Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
▫Dakwah itu realistis bukan fantastis.
▫Dakwah itu mencerdaskan bukan membodohkan.
▫Dakwah itu menawarkan solusi bukan mengumbar janji.
▫Dakwah itu berlomba dalam kebaikan bukan berlomba saling menjatuhkan.
▫Dakwah itu menghadapi masyarakat bukan membelakangi masyarakat.
▫Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.
▫Dakwah itu mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan.
▫Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.
▫Dakwah itu menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan.
▫Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.
▫Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
▫Dakwah itu mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan keraguan.
▫Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
▫Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
▫Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
▫Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
▫Dakwah itu siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh.
▫Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.
▫Dakwah itu melawan kesesatan bukan mengotak atik kebenaran.
▫Dakwah itu asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian.
▫Dakwah itu menampung semua lapisan,bukan memecah belah persatuan.
▫Dakwah itu kita mengatakan: *"aku cinta kamu"*bukan "aku benci kamu"
▫Dakwah itu kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".
▫Dakwah itu *"Biaya Sendiri"*bukan "Dibiayai/Disponsori"
▫Dakwah itu "Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"
▫Dakwah itu "Memanggil/ Mendatangi bukan "Dipanggil/Panggilan"
▫Dakwah itu "Saling Islah" bukan "Saling Salah"
▫Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian.
▫Dakwah itu dengan "Cara Yang Di contohkan Nabi" bukan dg "Cara Sendiri"
~ Buya Hamka ~
Siapa Yang Benar
*KENAPA Murid Ini Menjawab 3 x7 = 21,* Tapi Malah Dihukum Cambuk 10 Kali, Alasan Sang Guru Sangat Mengharukan
Siapa Yang Benar
Alkisah, hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur.
Suatu hari, 2 muridnya menghadap guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7.
Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27.
Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka.
Murid bodoh mengatakan :
“Jika saya yang benar 3 x 7= 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaa…hhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.
“Katakan guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh.
Ternyata guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (yang menjawab 21).
Murid pandai protes… tapi gurunya menjawab: “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidak-arifanmu karena berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”
Guru melanjutkan :
“Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif dari pada guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia”.
Pesan Moral :
Hindari berdebat dengan orang yang tidak menguasai permasalahan, dan ilmu, sebab bila mental kita masih lemah maka hanya emosi dan permusuhan yang didapat.
Berdebat/bertengkar untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam untuk menghindari/mengakhiri perdebatan yang tidak perlu.
Diam bukan berarti kalah,
Menang juga bukan hal yang luar biasa.
Pemenang sejati adalah orang yang mampu menaklukkan egonya sendiri.
Damai itu indah…
Setiap orang mendambakan kedamaian hidup.
Sebelum berdamai dengan orang lain,
Sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri..
*DAMAI & RUKUN ITU SANGAT INDAH*
Setetes Air
Pada suatu kesempatan kami bisa ngobrol berdua dengan Sesepuh.
Kami: Jadi, apa kewajiban manusia terhadap Tuhan pak?
P Gondo: Tuhan tidak membutuhkan apapun dari manusia. Tetapi manusialah yang membutuhkan beribadah kepada Tuhan.
Kami: Lha kalau saya merasa tidak butuh Tuhan, bagaimana?
P Gondo: Apa arti maupun manfaat setetes air?
Kami: Tidak ada.
P Gondo: Nah, begitulah. Laut atau samudera itu tidak merasa rugi apabila setetes air tidak mengalir kembali kepadanya. Tetapi setetes air itu sangat rugi apabila tidak bisa kembali ke laut.
Setetes air itu apabila mau mengikuti aliran sungai dan kembali ke laut maka tetes air itu tadi sudah menjadi samudera. Dia memiliki kekuatan samudera.
Demikian juga manusia. Tuhan tidak rugi sedikitpun apabila manusia tidak mau kembali kepadaNya. Tetapi sungguh sangat merugi manusia yang tidak mau, tidak bisa kembali kepadaNya.
Ikutilah Aturan Kejadian secara konsekwen, itulah jalan manusia untuk kembali kepadaNya. Hidupnya akan menjadi semakin menyala.
Beberapa hari setelah pertemuan dengan Sesepuh tersebut kami bermimpi. Mimpi bertemu Sesepuh. Beliau berpesan
"Berhati-hatilah dalam hidup. Agar menjadi cahaya
Bersinergi Dengan Alam
*P E S A N A L A M*
Kalau ingin menangkap ayam, *jangan dikejar* nanti kita akan lelah dan ayampun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dg mudah ia datang dengan rela.
Begitulah Rejeki, *melangkahlah dg baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu.* nanti kita akan lelah tanpa hasil. *Keluarkan lah sedekah, nanti *Rezeki akan datang menghampiri tepat waktu.*
Kalau ingin *memelihara* kupu-kupu,
Jangan tangkap *kupu-kupunya,*
pasti ia akan terbang.
Tetapi *tanamlah* bunga.
Maka *kupu-kupu*
akan datang sendiri
dan *membentangkan* sayap-sayapnya yang *indah.*
Bahkan *bukan hanya* kupu-kupu yang datang,
*tetapi kawanan* yang lain juga datang :
*lebah,*
*capung.*
*dan lainnya*,
*juga akan datang*
*menambah* warna warni keindahan.
Sama halnya dalam *kehidupan* di dunia ini.
Ketika kita menginginkan
*Kebahagiaan* dan *Keberuntungan,*
Tanamkan *kebaikan* demi *kebaikan,* *kejujuran* demi *kejujuran,*
*Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Allah SWT.
Oleh karena itu,
selagi kita masih *diberi* hidup,
mari kita membangun *taman-taman bunga kita,*
bunga kebajikan dan bunga kejujuran...
*Smg senantiasa sehat dlm Lindungan Allah SWT..
Aamiin YRA
Pikiran
Ada Yg Mengatakan bahwa Sesungguhnya Medan Peperangan Terbesar Berada di *PIKIRAN* Kita,
Karena *PIKIRAN* Itu Sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.
Ada Pepatah Mengatakan: Menabur Dalam *PIKIRAN* Akan Menuai *TINDAKAN*,
Menabur TINDAKAN Akan Menuai KEBIASAAN.
Menabur KEBIASAAN Akan Menuai KARAKTER
PIKIRAN Kita Seumpama Tanah, Tanah Tdk Pernah Peduli Terhadap Jenis Benih Apa Yg Hendak Kita Tanam.
Jika Kita Menabur Benih Jagung, Tanah Akan Meresponsnya, Lalu Menumbuhkan Jagung.
Apapun Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN, Entah itu Hal2 Yg Baik Atau Buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.
Sadar Atau Tidak, Sering Kali Kita Memperkatakan Hal2 Buruk Ttg Diri Kita Sendiri, Misalnya:
- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh,
- Aku Bodoh dan Miskin,
- Masa Depanku Suram, dsb.
Hal2 Negatif Yg Kita Ucapkan Itu Akan Direspons Oleh PIKIRAN Kita Dlm Bentuk Sikap & Tindakan, yg Pada Gilirannya Akan Menghasilkan Sesuatu Yg Sama Seperti Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN Kita.
Oleh Sebab Itu, TANAMKAN Hal Yg POSITIF di Benak Kita, Maka Kita Akan Menjadi Luar Biasa.
Dan Pelihara Pikiran Yg BAIK & BENAR.
PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.
Mari BIASAKAN Utk Selalu Berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Tuhan Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Tuhan *PASTI* Buka Jalan !
Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.
Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.
Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.
HATI yang baik itu seperti KEBUN,
PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.
Selamat beraktifitas Sahabat & saudara -saudaraku..ππ
*Salam Sehat, Sukses, Berkah, Luar biasa.*ππ



















