Jumat, 27 April 2018

Sebuah Botol

Sumber gbr : kata-motivasi.com


Ini ada tulisan bagus untuk kita  direnungkan :

Sebuah *BOTOL* 🍶
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

*Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...*

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; *KARAKTER* yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

*"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"*

_Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita *tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.*_

_Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun..._

*"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"*

*Ingat! Umur itu seperti es batu.*
_dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._

*"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*


🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
          *1. Waktu*
          *2. Ucapan*
          *3. Kesempatan*  
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
          *1. Amarah*
          *2. Keangkuhan*  
          *3. Dendam*
Hindarilah ia selalu...

🎯 Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
          *1. Harapan    *    
          *2. Keikhlasan    *    
          *3. Kejujuran      *  
Peliharalah ketiganya...

🎯 Ada 3 hal yang paling berharga :
          *1. Kasih Sayang *  
          *2. Cinta   *      
          *3. Kebaikan   *    
Pupuklah itu semua...

🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
          *1. Kekayaan*
          *2. Kejayaan*
          *3. Mimpi*  
Jangan terobsesi karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :        
          *1. Komitmen*        
          *2. Ketulusan*        
          *3. Kerja Keras*      
Upayakanlah sekuatnya...

🎯 Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
          *1. Tekad*        
          *2. Kemauan*      
          *3. Fokus*
Usahakan dengan sungguh-sungguh...

🎯 Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
          *1. Rejeki*        
          *2. Umur *      
          *3. Jodoh *        
Mintalah pada TUHAN..

🎯 TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI :    
          *1. Tua     *    
          *2. Sakit   *      
          *3. Kematian  *
*Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya...*

Jangan disimpan utk diri sendiri tapi bagikan kepada orang lain


Sumber tulisan : grup WA Panca Daya

Selasa, 03 April 2018

Kisah Tahun 2030

Sumber gbr : dhakatribune.com


Cerpen A Zakky Zulhazmi

Pram sedang membaca koran dengan headline 'Negara Bubar 2030'. Ia membaca berita yang membosankan itu sampai ketiduran. Begitu bangun, Pram terhenyak, ia tiba-tiba telah berada di tahun 2030!

Pram mencuci muka lalu membuat kopi, mengambil dua lembar roti tawar, mengoleskan selai kacang dan menyantapnya. Pram menyalakan televisi. Sebuah stasiun televisi menayangkan siaran langsung pidato presiden. Pidato berisi keputusan resmi presiden untuk menjadikan agama A sebagai satu-satunya agama yang diakui negara. Mata Pram melotot hampir copot.

Pram membuka jendela. Ia melihat kota berwarna kelabu. Kapsul terbang hilir mudik. Alat transportasi itu tampaknya telah menggantikan motor, mobil, dan kendaraan lain. Pram ternganga. Di sekeliling apartemennya kini hanya ada gedung dan gedung.

Tak tahu harus berbuat apa, Pram kembali menonton televisi. Ia terkaget- target saat televisi menayangkan siaran berita tentang seorang ilmuwan yang menemukan mesin detektor keimanan. Mesin ini tak hanya bisa memindai iman apa yang kita yakini, tapi juga mampu mengukur kadar keimanan.

Mesin detektor keimanan itu telah diproduksi massal untuk sukseskan program pemerintah menjadikan negara itu sebagai negara dengan agama tunggal. Mesin itu nantinya akan dipasang di sudut-sudut kota. Jika terdeteksi seseorang dengan keimanan selain kepada agama A maka ia akan segera ditangkap Pasukan Penegak Keimanan.

Pram berpikir keras. Ia tak bisa bayangkan jika mesin itu juga akan digunakan untuk seleksi penerimaan pegawai negeri. Hanya pegawai negeri dengan kadar keimanan tinggi yang akan diterima bekerja. Lebih jauh, Pram membayangkan mesin itu akan digunakan oleh para orang tua sebelum menikahkan anaknya. Hanya yang memiliki iman yang memadai yang akan diambil mantu. Sableng!

Di luar kamar tiba-tiba terdengar suara berisik. Pram memberanikan diri keluar kamar untuk melihat. Beberapa orang berkumpul depan lift.

''Robot-robot sedang memasang mesin detektor keimanan di tiap lantai. Berhati-hatilah jika kau tidak memeluk agama A, kau akan ditangkap Pasukan Penegak keimanan." kata seorang tetangga Pram. Bulu kuduk Pram meremang.

Pram lekas-lekas kembali ke kamar. Ia nyalakan televisi, mengusir gelisah. Televisi tayangkan iklan membuat puisi. Mesin itu tawarkan jasa membuat puisi. Siapapun bisa menumpahkan isi hatinya lewat mikrofon kecil di mesin itu. Lalu dalam beberapa menit mesin itu akan mengeluarkan kertas berisi puisi yang telah disesuaikan dengan isi hati penggunanya.

Pram tertawa keras-keras. Pram ingat di " kehidupannya dulu" ia pernah menjadi redaktur puisi disebuah koran. Setiap minggu Pram harus memilih satu penyair untuk dimuat puisinya di rubrik yang ia asuh. Pram tak menyangka ditahun 2030 ia akan menonton iklan mesin pembuat puisi di televisi. Ia menduga saat ini sudah tak ada lagi orang yang berprofesi sebagai penyair.

Pagi datang. Pram mendengar teriakan memilukan di kejauhan. Ia bangun dan membuka jendela, nemeriksa apa yang terjadi. Tampak olehnya orang-orang dipaksa naik ke atas kapsul terbang ukuran jumbo. Di badan kapsul terbang terbaca tulisan Pasukan Penegak Keimanan. Pram bergidik ngeri. Ia membayangkan suatu saat ia akan diciduk oleh Pasukan Penegak Keimanan dan digelandang naik ke atas kapsul terbang.

Pram menyalakan televisi dan menemukan tayangan berita tentang bekerjanya  mesin detektor dan pergerakan Pasukan Penegak Keimanan. Ternyata dimana-mana ada penangkapan. Beberapa orang dengan terang-terangan melawan pemerintah dengan membentuk Gerakan Keragaman. 

Tiba-tiba terdengar pintu kamar Pram diketuk. Ketukan kasar. Pram berdebar. Siapa itu? Apakah Pasukan Penegak Keimanan mendatanginya? Apakah ini saatnya? Lutut Pram lemas.




*) A Zakky Zulhazmi mengajar di Jurusan Komunikasi  dan Penyiaran Islam IAIN Surakarta.

(Sumber tulisan : SKH Kedaulatan Rakyat, minggu 1 April 2018)

Minggu, 01 April 2018

Tujuh Keajaiban Dunia

Sumber gbr : pinterest.com


🍂 🌸 Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.🍂 🌸

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...

Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...

Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!

Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?

◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...

◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...

◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?

◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?

◆ Diam di rumah, inginnya pergi...

◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...

◆ Waktu tenang, cari keramaian...

◆ Waktu ramai, cari ketenangan...

◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...

Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...

◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...

Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??

Menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...

SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...

Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...

Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...

Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki..

Selalu bersyukur dan bersyukur..
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.?


Sumber tulisan : grup WA pancadaya (postingan Pak Agus Harjanto)

Senin, 05 Maret 2018

Darma



Bila seseorang telah dapat melakukan perbuatan baik .... secara spontan, tulus, dan tanpa banyak perhitungan untung rugi nya, bisa jadi karena  orang tersebut telah berhasil mengendalikan ego dan menjinakkan pikiran nya. Keberhasilan pengendalian ego dan penjinak an pikiran atas kepentingan diri sendiri umumnya berkorelasi positif dengan  mulai bertumbuhnya kesadaran diri. Bertumbuhnya kesadaran seseorang bukanlah pekerjaan instan. Bukan pula hasil kerja dari luar diri kita seperti : guru, ajaran, tempat-tempat tertentu, ataupun tuntunan buku-buku spiritual, dll.

Kesadaran mulai bertumbuh dari hasil praktek dan pengalaman seseorang dalam menyelam ke dasar hatinya sendiri. Sekali lagi hal ini bukan pekerjaan instan. Seseorang yang berkesadaran umumnya telah mulai mengenal diri sejatinya. Dan bagi yang sudah dapat mengenal diri sejatinya, maka dia akan dapat mengenal Tuhan nya.  Bersamaan dengan itu umumnya   mulai mendapatkan percikan Cahaya Illahi. Dengan kata lain mulai tumbuh berkembang Sang Cinta di dalam diri nya.

Bagaimana agar kita dapat menumbuhkan kesadaran atau mendapatkan percikan Cahaya Illahi atau mulai bertumbuh Sang Cinta di dalam diri ??  Tentu nya banyak jalan yang dapat di lakukan sebanyak bilangan umat yang ada.
Salah satu jalan diantara nya adalah melalui DARMA atau DERMA. Darma adalah kesadaran berbuat baik dan berbagi secara nyata, tulus dan penuh kasih kepada  sesama dan semesta secara spontan tanpa pamrih apapun juga.  Tanpa dihitung untung ruginya, dipikirkan dampaknya, dan atau diharapkan balasan dan imbalannya. Mengalir begitu saja.

Berdarma adalah bentuk pelayanan kita kepada diri sendiri, sesama, dan semesta. Pelayanan yang kita lakukan secara total, tanpa rekayasa dan tanpa kepentingan apapun akan membuahkan berkah yang dapat membebaskan kita dari keterhijaban bathin. Darma  juga akan "memudahkan" dan "meluruskan" laku spiritual apapun yang kita lakukan tuk mencapai tujuannya. Melalui darma ini pulalah jiwa dan raga kita akan dibersihkan dan siap menerima percikan Cahaya Illahi.  Sehingga  Sang Cinta akan tumbuh berkembang bersemayam di dalamnya.

Sesungguhnya darma adalah bagian dari warisan ajaran leluhur nusantara yang mulia dan mestinya dapat kita jadikan budaya anak bangsa.  Jangan berpikir dua kali untuk ber darma. Untuk dapat berdarma, kita mesti berkarya. Urip iku Urup. Untuk bisa Urup (Nyala untuk menerangi), maka kita mesti Urip ( wong Urip iku mesti "obah" atau berkarya). Berdarma lah sesuai kemampuan dan atau apa pun yang bisa kita darma kan. Tidak perlu menunggu kaya untuk berdarma. Dan tidak perlu menunggu berlebih baru kita berbagi.

Yakinlah semakin banyak yang kita berikan (berbagi) akan semakin banyak pula yang kita terima. Berdarma bukan hanya menjadi berkah bagi sesama dan semesta tapi juga menjadi berkah untuk diri kita sendiri, khususnya dalam menumbuhkembangkan Cinta dalam kehidupan kita sehari-hari. Darma menjadikan kita manusia yang bermakna, manusia yang menjadi rahmat bagi sesama dan semesta.-

#Oneness#ans#.

Emas dan Tanah



Renungan  pagi

Emas berkata pada Tanah

“Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah,

Apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......???

Apakah engkau berharga seperti aku....... ???”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab,

*“Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain,*apakah kamu bisa....... ???”

Emas pun terdiam seribu bahasa......!!!!!

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi TIDAK bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, tapi SUKAR membantu apalagi peduli.

Tapi ADA juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*Makna dari kehidupan BUKAN terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.*

*Jika keberadaan kita DAPAT menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.*

Apalah gunanya kesuksesan bila itu TIDAK membawa manfaat bagi kita, keluarga dan orang lain.

Apalah arti kemakmuran bila  TIDAK berbagi pada yang membutuhkan.

Apalah arti kepintaran bila TIDAK memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

*SEMOGA BERMANFA'AT*
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏