Rabu, 28 Februari 2018

Awal Sebuah Titik


Oleh : mas Danang

Kita menggunakan hak -masing2 tanpa mengganggu hak orang lain. Sedikitpun tidak boleh ada unsur paksaan, sehingga mengurangi kesucian. Pengertian yang diperoleh harus timbul secara spontan dan wajar (bangkit dengan sendirinya = Qiamu bi - nafshihi), sehingga seorangpun tidak memikul dosa orang lain, bila terjadi penyimpangan. Sebaliknya, bila dirasakan ada manfa'atnya hendaknya berterima kasih kepada Allah dan diharapkan dapat digunakan untuk meringankan beban orang lain yang membutuhkan pertolongan.

Tidak boleh ada pikiran lain, kecuali keinginan yang intensif untuk mengerti dan mengikuti petunjuk Allah dalam rangka pengabdian selaku manusia terhadap Allah. Dalam hal ini perlu dimengerti, bahwa Allah Maha Kaya, jadi tidak membutuhkan apa2, selain menginginkan umatnya Hidup bahagia. Maka semua itu kita lakukan untuk " mahayu Hayuning buana ", demi kerahayuan umat manusia, sehingga walaupun hanya sekuku hitam, turut pula mempunyai saham dalam pembangunan alam semesta pada umumnya dan pembangunan Indonesia pada khususnya.

Pembangunan meliputi lahir dan bathin dan mengarah kepada keindahan, kesucian dan kesempurnaan. Perbuatan yang tercela apapun alasannya merupakan penyimpangan dari jalan kebenaran. Pikiran dan perbuatan senantiasa dipelihara supaya selaras dengan tujuan.

Jembatan penyebrangan. Peralihan dari suasana alam yang lama menuju yang baru adalah bagaikan jembatan dengan jalur selembut rambut terbelah tujuh.

Maka, sebelum melangkah perlu dipikirkan masak2 terlebih dahulu. Tanya dan jawab sendiri dalam hati :

".........siapa yang mau diantaranya hendak maju kemuka atau mundur kebelakang "
(Alqur'an S. 7 : 37)

Bagi yang sudah siap secara mental, marilah kita mengayunkan langkah pertama.

Awal segala kejadian. Tiap kejadian, peristiwa  dan keadaan diawali oleh sebuah titik, demikian pula halnya dengan perjalanan hidup manusia. !

  Itulah :   "...... suatu ketika dari pada masa yang ia (manusia) belum tersebut sedikit juga " (Alqur'an S. 76 : 1).

Mulailah ia terjun kedalam ruang dan waktu serta melibatkan diri dalam angka2.

Titik tersebut mengandung segala bahan kejadian. Ini adalah benih dari segala benih. Benih hidup, benih peraturan, benih cinta, semua ada padanya.

Dibidang ilmu pengetahuan pun telah diketahui, bahwa ujung jarum setajam apapun merupakan dunia tersendiri, dalam mana terdapat jutaan partikel bergerak secara teratur dan tiada hentinya tanpa terjadi tumbukan.

Jadi, antara penemuan2 dalam ilmu pengetahuan dan pengertian sudah ada pendekatan. Ini berarti, bahwa pengertian diperkuat oleh kemajuan zaman.

Dalam renunganpun yang tampak pertama kali adalah sebuah titik.

Selayang pandangan sebuah titik tidak mempunyai arti apa2. Titik melambangkan sesuatu yang kecil. Didalam geometri dinyatakan sebagai ruang tanpa ukuran. Ini berarti bahwa titik tidak dapat memuat sesuatu.

Bila analisa tersebut dilanjutkan akan berarti, bahwa titik sekaligus ADA dan TIDAK ADA. Disini terdapat suatu kontradiksi yang akhirnya saling mendukung. Dinyatakan ADA bisa, disebut TIDAK ADA juga bisa.

Demikian itu tergantung dari pandangan orang seorang.

Padahal, yang benar itu mestinya hanya ada SATU. Jadi, dalam menghadapi dua perkara, bila yang satu dinyatakan benar tentu yang lain adalah salah.

Mengetahui akan hal itu, maka untuk mengerti kebenaran sejati kita tidak boleh bertolak pada pendapat atau paham, walaupun paham itu disetujui dan dianut oleh orang banyak.

Berpegang teguh pada suatu stelling  dan menarik kesimpulan dari padanya dalam menanggapi semua perkara, hanya karena tiap orang berpedoman  padanya atau karena sulit menemukan gantinya, ditinjau dari sudut falsafah tidaklah menguntungkan.

Penulis adalah Pengajar Panca Daya Yogyakarta

Senin, 26 Februari 2018

Cinta Universal



Sepasang kekasih memadu kasih dengan belaian kasih sayang dan ciuman hangat. Seorang suami bekerja mencari nafkah dari terbitnya fajar sampai semalam suntuk untuk menghidupi anak dan istrinya di rumah. Seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil dengan dekapan tangannya yang lembut sambil menatap mata anaknya yang mungil dengan penuh kasih sayang..

Dimana-mana kita menjumpai sepasang manusia yang sedang merayu, mencumbu, dan menarik perhatian di muka umum untuk menarik hati lawan-lawan jenisnya.. Kadang menimbulkan perasaan cinta yang menggelora namun ada juga rasa cemburu jika sesosok yang dicintainya merasa berpaling dari dirinya.

Sementara di sudut jalan terlihat sesosok manusia penyendiri yang sedang sibuk melamunkan hidupnya.. Berkata dalam lubuk hatinya 'Seandainya dan seandainya'.. Pikiran melayang sampai menembus kemana-mana tanpa ada ujung pangkal dan tanpa ada jawaban pasti.  Merasakan dimana-mana dia hanya melihat hidup itu hanya dimaknai untuk mencintai dan dicintai sampai berkorban terhadap sosok yang dicintainya. Tapi sosok yang dia lihat adalah seorang kekasih yang sedang berpacaran, seorang suami istri yang mengarungi hidup rumah tangga dan orang tua yang sedang mengasuh anak-anaknya..

Dia merenung dan merasakan gundah dan kecewa.. Mengapa manusia hanya peduli dengan sosok yang dicintai hanya yang ada di depan mata?,Bukan sosok yang bernama kehidupan itu sendiri? Kalau memang begitu adanya apakah kita hidup untuk mencintai ataukah mencintai kehidupan itu sendiri..?

Banyak manusia mencintai secara privat semata dimana dalam hidup yang serba individualis ini, makna mencintai hanya sebatas apa yang kita miliki semata. Entah itu pacar, suami istri maupun anak tapi justru meninggalkan hakekat cinta itu sendiri.. Yaitu cinta terhadap kehidupan yang lebih luas daripada cinta yang terkotak-kotak dan terprivasi. Itulah Cinta universal..

Cinta Universal adalah proses mencintai demi rasa kemanusiaan.. Dimana semakin kita mencintai kehidupan maka seharusnya cinta tidak hanya mengarah ke dalam tapi juga mengarah keluar melampaui hakekat rasa kemanusian itu sendiri.

Cinta Universal bukan hanya cinta antar pribadi yang terbentuk dalam pasangan lawan jenis maupun orang tua dan anak melainkan melampaui batas lingkungan yang paling luar yang berbeda suku, berbeda agama, berbeda status dan golongan, ras dan bangsa. Dimana terjadi hubungan timbal-balik antar sesama manusia di dunia ini.

Tanpa adanya cinta universal maka dunia ini hanyalah sekumpulan kotak-kotak yang terpisah satu sama lain.. Terkadang menimbulkan rasa memusuhi terhadap manusia yang berbeda identitas dengan dirinya.. Entah itu identitas suku, agama, ras, golongan yang berbeda dengannya.

Mereka hanya mencintai sesamanya tetapi memusuhi yang lainnya.. Dan jika memang begitu maka proses mencintai yang universal akan menjadi terhambat.

Kehidupan dunia ini akan terus mengalami gejolak persaingan, konflik, peperangan, dan penghancuran apabila proses kita untuk mencintai hanya diartikan secara sempit. Yaitu dalam ruang lingkup privat antar pribadi maupun keluarga.

Bukankah dalam agama kita dianjurkan untuk mencintai dan menyayangi sesama mahluk Tuhan tanpa membeda-bedakan siapapun juga...

Ataukah ada yang salah dengan manusia yang menafsirkannya..? Sehingga kehidupan ini hanyalah milik kaum para pecinta-pecinta privat.. ?

Sabtu, 24 Februari 2018

Manusia Kotak


Salam Sejahtera Buat Kita Semuanya. Dalam postingan ini saya pribadi ingin mengajak kepada para pembaca yang budiman untuk senantiasa mendalami dan mengarungi hidup secara lebih bermakna. Semoga tulisan-tulisan ini dapat bermanfaat secara filosofis dan praktis bagi kita semua agar kehidupan yang kita jalani mampu membawa kebahagiaan lahir maupun batin ditengah kondisi dunia yang semakin hari semakin terkotak-kotak oleh berbagai konstruksi ideologi yang terkadang kurang bermanfaat membawa kita pada kehidupan yang damai. 
Selamat menikmati tulisan-tulisan berikut ini. Semoga membawa kedamaian dan kesejukan bagi kita semua. Sebagai pengantar akan saya ulas tentang artikel berjudul manusia kotak. Selamat membaca...



Oleh Musa Asy'arie

Konon kini dunia tidak lagi bulat, tetapi telah menjadi kotak, akibat teknologi digital yang mengolah informasi yang disajikan dalam layar kotak, baik dalam kotak sempit yang bisa disaku ataupun dalam kotak layar besar yang tidak dapat disaku. Kotak- kotak itu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu kantong saku yang satu berpindah ke kantong saku lainnya. Simpel, dinamis dan mempesona. Dari hari ke hari semakin banyak penggunanya, dan ketergantungan manusia pada informasi layar kotak semakin besar dengan menyita waktu yang sangat banyak.

Kehidupan kotak telah masuk sangat dalam pada ranah politik, ekonomi bisnis, sosial budaya, pendidikan, olahraga, seks, perang, hiburan, hukum bahkan agama. Semuanya telah terhubung dalam jaringan yang semakin luas. Bukan hanya tubuh manusia yang memakai baju kotak- kotak, seperti kampanye politik saat pemilu di mana Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia, tetapi juga pikiran manusia yang terkotak- kotak dalam kota ideologi dan agama yang terkotak- kotak.

Kotak ideologi, suku, ras dan agama telah mengkotakkan manusia dalam fanatisme yang sempit. Ideologi, suku, ras dan agama dipandang sebagai suatu kebenaran yang diterima tanpa sarat, karena sudah menjadi bawaan dan kodrat hidup manusia terkotak- kotak dalam keanekaragaman. Manusia dibesarkan dan dididik dalam kotak ideologi, suku, ras dan agama tertentu yang terkotak sejak lahir, tumbuh dewasa, berkembang sampai tua dan akhirnya mati terkubur dalam kuburan yang terkotak atau diletakkan salam kotak kayu yang dikuburkan dalam kotak liang lahat.

Akibatnya manusia hidup dan tergantung pada kotak- kotak kehidupan yang menyala melalui energi listrik. Kemudian daya listrik menghidupkan layar kotak melalui kotak- kotak power bank yang dibawanya serta kemanapun manusia berada. Sepanjang matahari masih bersinar menghidupkan energi kehidupan kotak, maka kehidupan manusia mulai menggeliat pertanda adanya kehidupan. Manusia dan dunia kotak adalah suatu keniscayaan yang makin hari makin tidak bisa ditinggalkan.

Kotak ideologi adalah keniscayaan keanekaragaman perjuangan seorang individu dalam suatu komunitas untuk meraih cita- cita sosial yang melatar belakangi kehidupannya. Kotak ideologi dirumuskan oleh pendiri dan peletak dasar dan cita- cita politik untuk mendapatkan kekuasaan, karena ideologi tanpa kekuasaan akan sia-sia, sebaliknya kekuasaan akan menjadi sia-sia tanpa landasan ideologis yang jelas dan kuat. Pendiri dan peletak dasar ideologi politik adalah para filsuf yang mengajarkan hakikat suatu kebenaran dan perlunya perjuangan untuk merealisasikan kebenaran ideologis.


Kotak sejatinya ras dan kesukuan adalah keniscayaan kodrat sejak kelahirannya, karena manusia lahir dengan membawa kodrat ras dan kesukuan yang tidak bisa ditolaknya, dan secara simbolis melekat pada nama yang disandangnya. Antara suku dan ras tertentu mempunyai ciri-ciri penamaan yang berbeda antara suku dan ras tertentu menjadi lentur dan digabung-gabung, sehingga anak yang lahir dalam suku dan ras jawa menggunakan campuran nama-nama
yang mengglobal.

Kotak agama juga tidak bisa dihindarkan, karena sejak lahir seseorang sudah membawa kodrat agama yang dibawa oleh orang tuanya. Bahkan yang tidak beragamapun sebenarnya juga beragama dengan tidak beragama itu sendiri. Agamanya adalah tidak beragama itu sendiri. Kotak agama dibawa oleh para nabi yang dipercayai sebagai utusan Tuhan dan membawa firmanNya kepada umat manusia. Para nabi dipercayai sebagai pembawa kebenaran absolut, karena kebenaran yang diwartakan pada nabi adalah kebenaran Tuhan. Kotak agama dengan sendirinya berkotak dengan kotak yang dianggap absolut, dan dalam perkembangan memicu konflik sosial kekerasan karena landasan absolutisme yang tidak bisa diperdebatkan lagi.

Teknologi digital telah mengubah kehidupan manusia secara fundamental, karena telah mengubah pola dan tata hubungan antar manusia-manusia, mengubah konsep pasar dan lingkungan pertemanan, mengubah sistem pendidikan, bahkan mengubah sistem peperangan dan persenjataan yang canggih. Teknologi digital telah menyediakan apa yang dibutuhkan manusia  untuk menuju surga ataupun menuju neraka, baik dan buruk diperlihatkan secara telanjang dan menginspirasi banyak orang untuk nemberikan responnya baik yang positif maupun yang negatif.

Hadirnya teknologi digital dalam realitas kehidupan sejatinya tidak netral lagi, karena sepenuhnya terkait dengan kepentingan dunia industri yang melahirkannya. Orang terkaya di dunia sekarang ini lahir dari bisnis teknologi digital seperti Bill Gate. Tidak netral bukan dari sisi moralitas yanh berkaitan dengan baik atau buruk, tetapi dalam arti keberpihakan kepentingan, karena begitu manusia sudah masuk dalam budaya teknologi digital, maka seterusnya akan bergantung pada teknologi digital tersebut, bahkan melupakan tanggung jawab individualnya kepada orang lain. Ketergantungan yang membuat bisnis teknologi digital makin meluas dan melupakan dimensi kemanusiaannya

Sebagai suatu produk teknologi industri, maka teknologi digital adalah tidak netral, tidak bisa dikenakan sangsi moral baik atau buruk, semuanya tergantung pada manusia penggunanya siapa dan untuk tujuan kebaikan atau keburukan. Ketika manusia menggunakannya untuk tujuan kebaikan atau keburukan. Ketika manusia menggunakannya untuk kejahatan, maka teknologi digital tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum, karena yang menjadi subjek dan objek hukum adalah manusianya. Keberpihakan teknologi digital dalam berbagai bentuknya adalah keberpihakan kepada kepentingan industrial yang melatarbelakanginya, dan penguasaan teknologi digital akan mengakibatkan terjadinya kesenjangan yang makin tajam antara yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kecanggihan teknologi yang digunakannya.

Realitas manusia kotak akan makin terkotak oleh kotak teknologi digital yang semakin mengkotak ideologi, suku, ras dan agama, dan semuanya kotak-kotak itu menguasai kehidupan manusia. Dan yang memprihatinkan adalah ketika standar kebenaran ditentukan oleh kotaknya, bahkan kebenaran yang diterima sebagai sesuatu yang absolut. Dehumanisasi secara fundamental telah terjadi dengan kecenderungan untuk saling menyalahkan pihak yang lainnya. Tidak jarang dunia kebenaran dalam kotak menimbulkan konflik kekerasan sosial yang berdarah-darah.

Adakah jalan keluar bagi manusia modern saat ini untuk keluar dari pemutlakan kotak-kotak ideologi, suku, ras, dan agama yang telah mengkotak-kotak kehidupannya? Semuanya akan terpulang pada manusianya sendiri apakah mereka dapat mengambil jarak dan keluar dari kotaknya, meskipun hanya sementara untuk mengkritisi dan mengevaluasi dirinya yang berada dalam kotak-kotak itu? Dengan mengambil jarak, manusia dapat berpikir ulang mengenai jati dirinya sebagai mahluk transendental.

Penulis adalah Guru Besar Filsafat Islam, mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.




Jumat, 23 Februari 2018

Mutiara Jumat : Toleransi dan Ukhuwah Islamiyah


Oleh : Panji Rizky

Hari jumat seminggu lalu adalah hari perayaan Imlek untuk agama Konghucu. Perayaan berjalan khidmat di Indonesia. Mereka saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

Namun sebelumnya juga terjadi penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. Pelaku menyerang jemaat dan Pastur yang sedang melakukan peribadatan rutin. Penyerangan tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami, luka-luka.

Kedua peristiwa di atas memperhatikan hal yang saling berlawanan. Pertama, perayaan Imlek yang memperhatikan semangat toleransi. Yang kedua, penyerangan gereja sebagai tempat peribadatan yang memperhatikan kendurnya semangat toleransi.

Keberagaman agama yang ada di Indonesia merupakan keniscayaan harus diterima. Terdapat enam agama resmi di Indonesia. Dalam keberagaman ini, toleransi menjadi sikap yang harus dimiliki oleh setiap pemeluk agama. Sikap toleransi dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Ketika satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain sedang menjalankan peribadatan atau merayakan hari besar, maka sikap toleransi ini yang menjadi kekuatan.

Sikap toleransi dapat diaktualisasikan dengan berbagai cara. Sederhananya dengan bersikap lapang dada satu sama lain. Kemudian dengan menghilangkan kecurigaan antar pemeluk agama. Bersikap terbuka tanpa menggoyahkan prinsip-prinsip dasar setiap agama.

Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Artinya, Islam merupakan agama yang membawa kesejahteraan bagi seluruh alam. Yakni kepada hewan, tumbuhan, terutama manusia.

Dalam Islam juga dikenal Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah selama ini menjadi jargon persatuan atau persatuan umat Islam. Namun ada makna lain dari Ukhuwah Islamiyah, yakni bukan hanya sesama umat Islam. Tetapi sesama manusia yang saling berlainan kepercayaan.

Ukhuwah Islamiyah berarti kekuatan keimanan seseorang untuk menyebarkan nilai- nilai Islam. Nilai- nilai Islam diantaranya persaudaraan universal, kasih sayang dan keadilan. Nilai-nilai ini disebarluaskan kepada sesama manusia.

Oleh sebab itu, untuk menjaga sikap toleransi antara pemeluk agama, kita harus menghayati makna Ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memaknainya dapat pula sikap toleransi teraplikasikan, sehingga dapat terwujud tatanan masyarakat adil-makmur yang diridhai Allah SWT.

Sumber referensi : SKH Kedaulatan Rakyat, Jumat 23 Februari 2018
(Penulis mahasiswa UIN Sunan Kalijaga)

Kamis, 22 Februari 2018

Dimana Letak Kedalaman Diri


Prinsip Ilahiah adalah prinsip yang melatarbelakangi semua kejadian kita masing2 sebagai manusia selaku individu. Sebagai prinsip Ilahiah yang melatarbelakangi kejadian kita maka Dia ada di dlm diri kita masing2. Tuhan tidak meninggalkan ciptaanNya, Tuhan selalu menyertai khidupan kita dengan maksud menjaga keutuhannya, persatuannya, kelestarian hidupnya. Ini akan menjadi kenyataan asal mengerti & tidak menyimpang dr pola pikir Tuhan.

Nah awal segala kejadian inilah disebut pertemuan yang Ilahiah dengan yang manusiawi. Dari sinilah timbulnya Daya menjadi Ex Nihilo yg kita angkat sebagai Tenaga Dalam Sejati.

Awal segala kejadian itu sebagai prinsip Ilahiah yg melatarbelakangi  tiap kejadian manusia selaku individu. Awal kejadian. Maka sesungguhnya awal segala kejadian ada di dalam diri kita sendiri.

#Mengerti akan hal ini, meyakini akan hal ini disebut sebagai "Kesadaran Yang Tertinggi".

Dengan demikian kita mengenal diri sendiri. Awal segala kejadian di alam semesta ini disebut "AKU ADA" =Kesadaran Subyektif = Pertemuan yang Ilahiah dengan yang manusiawi = Kesadaran Tertinggi.

Semua yg sedikit saya mengerti utk menggambarkan dimana letak kedalaman diri dan bagaimana caranya kita masuk.

Sugeng siang...
Hidup Kebenaran Kasih. Wassalamualaikum WrWb..
πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

*THE POWER OF VIBRASI* (Fisika Terapan Dalam Berdo'a)



*UBAH CARA BERDO'A !!*

Dulu saat di SMP, ada sebuah percobaan menarik menggunakan garputala. Dua buah garputala (A dan B) di hadap2 kan.
Seorang siswa diminta memukul garputala A. Sementara siswa lainnya mengamati apa yang terjadi dg garputala B.

Saat itu kita sangat takjub. Bagaimana tidak, dua garputala terpisah beberapa cm saling menggetarkan.
Garputala A yang dipukul akan bergetar, sekaligus menggetarkan garputala B.

Yang lebih mengesankan saat jumlah garputala ditambah, bunyinya saling menguat dan terdengar lebih keras. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Guru sains menjelaskan bahwa garputala A dan B itu bisa saling menggetarkan, karna keduanya mengalami resonansi (energi yg saling mengikat), hingga memiliki frekuensi yg sama. Semakin banyak garputala (frekuensi sama) ditambahkan, maka makin keras bunyi yg dihasilkan.

Penjelasan sang guru ber tahun2 lalu itu memotivasi kita utk menyelidiki lebih jauh.

Hasilnya :
Ternyata tidak hanya garputala, namun seluruh isi alam semesta ini akan saling menggetarkan, bila memiliki frekuensi sama.

Ya...
SELURUH ISI ALAM SEMESTA, apapun dan siapapun

Bila Anda berpikir/berniat baik, maka Anda  akan mengirim pikiran/niat baik ini ke seantero semesta.
Anda akan menggetarkan pikiran/niat baik lainnya yg ada disudut manapun di alam ini.

Sebaliknya, bila Anda berpikir/berniat jahat, maka Anda akan mengirim pikiran/niat jahat ini ke seantero semesta. Anda akan menggetarkan pikiran/niat jahat lainnya yg ada di sudut manapun di alam ini.

Itulah mengapa saat Anda berpikir/berniat baik, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yang berpikiran sama dan didekati/dido'a kan oleh para malaikat.

Sebaliknya, saat Anda berpikir/berniat jahat, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yg berfikiran sama,

Begitulah hukum SALING GETAR (Hukum RESONANSI) bekerja.

Demikian pula dalam DO'A. Berdo'a lah yang baik2, agar Anda MENGGETARKAN yang baik juga.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai do'a ini.

Anda boleh berdo'a seperti ini, “Ya Allah… berilah SAYA ini… berilah SAYA itu...” dsb...

TETAPI JANGAN TERLALU...

Maksudnya ?
Anda jangan terlalu berdo'a hanya untuk diri Anda sendiri.

Mengapa ?

Karena kalau Anda berdo'a hanya untuk diri sendiri, maka ANDA TIDAK PERNAH MENGGETARKAN SESUATU/SESEORANG diluar sana.

*UBAH DO'A ANDA*

Berdo'alah buat sesamamu, kedua orang tua mu, isteri/suami, anak2, kakak, adik, keponakan, ipar, mertua, mantu, kerabat, sahabat2, teman2 Anda...

Anda tahu apa terjadi ?

SEMUA BERGETAR DAN SALING MENGUATKAN

Untuk itu...
*BERDO'A JUGA UNTUK SIAPAPUN TANPA SEPENGETAHUAN ORANG ITU. BEGITU ANDA UBAH DO'A ANDA KEPADA ORANG LAIN, MAKA DO'A ITUPUN UNTUK ANDA JUGA*

Maka, coba Anda bayangkan seandainya kita semua saling mendo'a kan yg baik dan terbaik buat siapapun.

Bukankah negeri dan alam semesta ini akan dipenuhi dan diliputi gelombang frekuensi yang baik ?

Bukankah frekuensi baik ini akan MENARIK DAN MENGGETARKAN frekuensi Cinta dan Kasih sayang dari Allah ?

Selamat siang semoga semua makhluk hidup berbahagiaπŸ™

Nasehat Buya Hamka


Lengkapnya nasihat Buya HAMKA (ULAMA NUSANTARA), sebagai berikut :

▫Dakwah itu membina, bukan menghina.
▫Dakwah itu mendidik, bukan 'membidik'
▫Dakwah itu mengobati bukan melukai.
▫Dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.
▫Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.
▫Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.
▫Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.
▫Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.
▫Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.
▫Dakwah itu menasehati bukan mencaci maki.
▫Dakwah itu merangkul bukan memukul.
▫Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar.
▫Dakwah itu argumentative, bukan provokatif.
▫Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
▫Dakwah itu realistis bukan fantastis.
▫Dakwah itu mencerdaskan bukan membodohkan.
▫Dakwah itu menawarkan solusi bukan mengumbar janji.
▫Dakwah itu berlomba dalam kebaikan bukan berlomba saling menjatuhkan.
▫Dakwah itu menghadapi masyarakat bukan membelakangi masyarakat.
▫Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.
▫Dakwah itu mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan.
▫Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.
▫Dakwah itu menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan.
▫Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.
▫Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
▫Dakwah itu mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan keraguan.
▫Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
▫Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
▫Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
▫Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
▫Dakwah itu siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh.
▫Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.
▫Dakwah itu melawan kesesatan bukan mengotak atik kebenaran.
▫Dakwah itu asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian.
▫Dakwah itu menampung semua lapisan,bukan memecah belah persatuan.
▫Dakwah itu kita mengatakan: *"aku cinta kamu"*bukan "aku benci kamu"
▫Dakwah itu kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".
▫Dakwah itu *"Biaya Sendiri"*bukan "Dibiayai/Disponsori"
▫Dakwah itu "Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"
▫Dakwah itu "Memanggil/   Mendatangi  bukan "Dipanggil/Panggilan"
▫Dakwah itu "Saling Islah" bukan "Saling Salah"
▫Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian.

▫Dakwah itu dengan "Cara Yang Di contohkan Nabi" bukan dg "Cara Sendiri"

~ Buya Hamka ~

Siapa Yang Benar



*KENAPA Murid Ini Menjawab 3 x7 = 21,* Tapi Malah Dihukum Cambuk 10 Kali, Alasan Sang Guru Sangat Mengharukan

Siapa Yang Benar
Alkisah, hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur.
Suatu hari, 2 muridnya menghadap guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka.

Murid bodoh mengatakan :

“Jika saya yang benar 3 x 7= 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaa…hhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.



“Katakan guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh.

Ternyata guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (yang menjawab 21).

Murid pandai protes… tapi gurunya menjawab: “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidak-arifanmu karena berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”

Guru melanjutkan :

“Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif dari pada guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia”.

Pesan Moral :

Hindari berdebat dengan orang yang tidak menguasai permasalahan, dan ilmu, sebab bila mental kita masih lemah maka hanya emosi dan permusuhan yang didapat.

Berdebat/bertengkar untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya kita diam untuk menghindari/mengakhiri perdebatan yang tidak perlu.

Diam bukan berarti kalah,
Menang juga bukan hal yang luar biasa.

Pemenang sejati adalah orang yang mampu menaklukkan egonya sendiri.

Damai itu indah…
Setiap orang mendambakan kedamaian hidup.

Sebelum berdamai dengan orang lain,
Sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri..
*DAMAI & RUKUN ITU SANGAT INDAH*

Setetes Air



Pada suatu kesempatan kami bisa ngobrol berdua dengan Sesepuh.

Kami: Jadi, apa kewajiban manusia terhadap Tuhan pak?

P Gondo: Tuhan tidak membutuhkan apapun dari manusia. Tetapi manusialah yang membutuhkan beribadah kepada Tuhan.

Kami: Lha kalau saya merasa tidak butuh Tuhan, bagaimana?

P Gondo: Apa arti maupun manfaat setetes air?

Kami: Tidak ada.

P Gondo: Nah, begitulah. Laut atau samudera itu tidak merasa rugi apabila setetes air tidak mengalir kembali kepadanya. Tetapi setetes air itu sangat rugi apabila tidak bisa kembali ke laut.
Setetes air itu apabila mau mengikuti aliran sungai dan kembali ke laut maka tetes air itu tadi sudah menjadi samudera. Dia memiliki kekuatan samudera.
Demikian juga manusia. Tuhan tidak rugi sedikitpun apabila manusia tidak mau kembali kepadaNya. Tetapi sungguh sangat merugi manusia yang tidak mau, tidak bisa kembali kepadaNya.
Ikutilah Aturan Kejadian secara konsekwen, itulah jalan manusia untuk kembali kepadaNya. Hidupnya akan menjadi semakin menyala.

Beberapa hari setelah pertemuan dengan Sesepuh tersebut kami bermimpi. Mimpi bertemu Sesepuh. Beliau berpesan
"Berhati-hatilah dalam hidup. Agar menjadi cahaya

Bersinergi Dengan Alam


*P E S A N   A L A M*

Kalau ingin menangkap ayam,    *jangan dikejar* nanti kita akan lelah dan ayampun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dg mudah ia datang dengan rela.

Begitulah Rejeki, *melangkahlah dg baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu.* nanti kita akan lelah tanpa hasil.  *Keluarkan lah sedekah, nanti *Rezeki akan datang menghampiri tepat waktu.*

Kalau ingin *memelihara* kupu-kupu,
Jangan tangkap *kupu-kupunya,*
pasti ia akan terbang.

Tetapi *tanamlah* bunga​.
Maka *kupu-kupu*
akan datang sendiri
dan *membentangkan* sayap-sayapnya yang *indah.*

Bahkan *bukan hanya* kupu-kupu yang datang,
*tetapi kawanan* yang lain juga datang :
*lebah,*
*capung.*
*dan lainnya*,
*juga akan datang*
*menambah* warna warni keindahan.​

Sama halnya dalam *kehidupan* di dunia ini.
​Ketika kita menginginkan​
*Kebahagiaan* dan *Keberuntungan,*

Tanamkan *kebaikan* demi *kebaikan,* *kejujuran* demi *kejujuran,*

*Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu,
selagi kita masih *diberi* hidup,​
mari kita membangun *taman-taman bunga kita,*
bunga kebajikan dan bunga kejujuran...

*Smg senantiasa sehat dlm Lindungan Allah SWT..
Aamiin YRA

Pikiran


Ada Yg Mengatakan bahwa Sesungguhnya Medan Peperangan Terbesar Berada di *PIKIRAN* Kita,
Karena *PIKIRAN* Itu Sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.

Ada Pepatah Mengatakan: Menabur Dalam *PIKIRAN* Akan Menuai *TINDAKAN*,

Menabur TINDAKAN Akan Menuai KEBIASAAN.

Menabur KEBIASAAN Akan Menuai KARAKTER

PIKIRAN Kita Seumpama Tanah, Tanah Tdk Pernah Peduli Terhadap Jenis Benih Apa Yg Hendak Kita Tanam.

Jika Kita Menabur Benih Jagung, Tanah Akan Meresponsnya, Lalu Menumbuhkan Jagung.

Apapun Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN, Entah itu Hal2 Yg Baik Atau Buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.

Sadar Atau Tidak, Sering Kali Kita Memperkatakan Hal2 Buruk Ttg Diri Kita Sendiri, Misalnya:

- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh,
- Aku Bodoh dan Miskin,
- Masa Depanku Suram, dsb.

Hal2 Negatif Yg Kita Ucapkan Itu Akan Direspons Oleh PIKIRAN Kita Dlm Bentuk Sikap & Tindakan, yg Pada Gilirannya Akan Menghasilkan Sesuatu Yg Sama Seperti Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN Kita.

Oleh Sebab Itu, TANAMKAN Hal Yg POSITIF di Benak Kita, Maka Kita Akan Menjadi Luar Biasa.
Dan Pelihara Pikiran Yg BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN Utk Selalu Berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Tuhan Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Tuhan *PASTI* Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa  mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.

Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

HATI yang baik itu seperti KEBUN,
PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.

Selamat beraktifitas Sahabat & saudara -saudaraku..πŸ‘πŸ™

*Salam Sehat, Sukses, Berkah, Luar biasa.*πŸ˜‡πŸŒŸ