Jumat, 23 Februari 2018

Mutiara Jumat : Toleransi dan Ukhuwah Islamiyah


Oleh : Panji Rizky

Hari jumat seminggu lalu adalah hari perayaan Imlek untuk agama Konghucu. Perayaan berjalan khidmat di Indonesia. Mereka saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

Namun sebelumnya juga terjadi penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. Pelaku menyerang jemaat dan Pastur yang sedang melakukan peribadatan rutin. Penyerangan tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami, luka-luka.

Kedua peristiwa di atas memperhatikan hal yang saling berlawanan. Pertama, perayaan Imlek yang memperhatikan semangat toleransi. Yang kedua, penyerangan gereja sebagai tempat peribadatan yang memperhatikan kendurnya semangat toleransi.

Keberagaman agama yang ada di Indonesia merupakan keniscayaan harus diterima. Terdapat enam agama resmi di Indonesia. Dalam keberagaman ini, toleransi menjadi sikap yang harus dimiliki oleh setiap pemeluk agama. Sikap toleransi dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Ketika satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain sedang menjalankan peribadatan atau merayakan hari besar, maka sikap toleransi ini yang menjadi kekuatan.

Sikap toleransi dapat diaktualisasikan dengan berbagai cara. Sederhananya dengan bersikap lapang dada satu sama lain. Kemudian dengan menghilangkan kecurigaan antar pemeluk agama. Bersikap terbuka tanpa menggoyahkan prinsip-prinsip dasar setiap agama.

Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Artinya, Islam merupakan agama yang membawa kesejahteraan bagi seluruh alam. Yakni kepada hewan, tumbuhan, terutama manusia.

Dalam Islam juga dikenal Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah selama ini menjadi jargon persatuan atau persatuan umat Islam. Namun ada makna lain dari Ukhuwah Islamiyah, yakni bukan hanya sesama umat Islam. Tetapi sesama manusia yang saling berlainan kepercayaan.

Ukhuwah Islamiyah berarti kekuatan keimanan seseorang untuk menyebarkan nilai- nilai Islam. Nilai- nilai Islam diantaranya persaudaraan universal, kasih sayang dan keadilan. Nilai-nilai ini disebarluaskan kepada sesama manusia.

Oleh sebab itu, untuk menjaga sikap toleransi antara pemeluk agama, kita harus menghayati makna Ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memaknainya dapat pula sikap toleransi teraplikasikan, sehingga dapat terwujud tatanan masyarakat adil-makmur yang diridhai Allah SWT.

Sumber referensi : SKH Kedaulatan Rakyat, Jumat 23 Februari 2018
(Penulis mahasiswa UIN Sunan Kalijaga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar