Kamis, 14 Juni 2018

Nglithih dan Hilangnya Solidaritas Kemanusiaan Anak Muda

Sumber gbr : kompasiana.com

Saat kita berusaha untuk mensucikan hati kita di bulan Ramadhan ini tiba-tiba dikejutkan oleh berita tentang adanya korban jiwa akibat perilaku "nglithih" yang dilakukan oknum remaja yang tak bertanggung jawab. Kejadian ini justru terjadi di kota Jogjakarta yang banyak dikenal dan dijuluki sebagai kota berpendidikan dan berbudaya. Korban adalah mahasiswa kampus UGM yang sedang keluar membagikan makanan untuk sahur dengan menggunakan motor pada dini hari.

Kejadian "nglithih" ini sudah sering terdengar berulang-kali dilakukan oleh gerombolan oknum remaja yang biasanya menyerang secara fisik dengan menggunakan senjata tajam terhadap siswa di sekolah lain atau orang-orang yang tidak punya masalah apa-apa dengan pelaku nglithih. Biasanya dilakukan di tempat yang sepi dan pada jam-jam tertentu. Lalu bagaimana bisa perilaku nglithih ini berulang?, bagaimana sejarahnya dan apa sebenarnya motif para pelakunya?

Nglithih, Kasus  Kenakalan Remaja Kota Jogja

Fenomena kenakalan remaja di jogja sudah terjadi sejak lama. Mulai dari nongkrong, membentuk komunitas atau geng, melakukan corat-coret tembok, tawuran dan sebagainya menjadi pemandangan jamak. Akhir-akhir ini istilah nglithih/klithih kerap terlontar di berbagai obrolan yang membahas kenakalan remaja.

Nglithih/klithih berasal dari kata dalam Bahasa Jawa yang berarti lebih kurang mencari kesibukan di saat senggang. Sementara nglithih dalam konteks kenakalan remaja adalah berkeliling menggunakan kendaraan yang dilakukan sekelompok oknum kelompok pelajar.
http://jogja.tribunnews.com/2014/08/24/nglithih-cara-geng-pelajar-jogja-mencari-mangsa

Pelaku nglithih biasanya memiliki subkultur yang menyimpang dari norma-norma umum yang dianggap wajar dalam masyarakat. Hampir sama dengan perilaku yang lain seperti melakukan vandalisme atau merusak fasilitas umum dengan cara mencorat coret tembok,  nglithih sudah menjadi ancaman bagi rasa aman bagi masyarakat Jogja terutama bagi para pelajar. Perilakunya yang agresif dan menyerang orang lain tanpa pandang bulu sampai menimbulkan korban jiwa membuat nglithih sudah termasuk tindakan kriminal yang mengancam jiwa masyarakat.

Fenomena kenakalan anak muda atau remaja yang saat ini masuk kategori generasi Z yaitu anak muda yang lahir di era tahun 1995 an sampai 2000 n keatas sungguh mengecewakan. Generasi penerus bangsa yang saat ini sudah sangat familiar dengan gadget dan gandrung berinteraksi dengan dunia maya dan medsos di internet seharusnya mampu menjadi manusia yang kreatif dan mampu membawa perubahan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Generasi ini punya ciri kepribadian yang cair,  fleksibel dan suka dengan perubahan gaya hidup baru. Mengenal dunia yang luas, sangat suka mencari informasi baru yang bersumber pada medsos di internet dan cenderung individualis dan punya rasa ingin tahu yang tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Apa penyebab fenomena nglithih terutama di kota jogja masih sering terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab?

Pertama adalah dimulai dari peran orang tua di lembaga keluarga dimana anak muda dilahirkan dan dibesarkan. Orang tua punya tanggung jawab besar untuk mengasuh anak dan memberi perhatian lebih ketika mereka sudah mulai berkembang dan tumbuh menjadi remaja yang mulai peka dengan perubahan dirinya. Ketika sudah mulai beranjak remaja sebaiknya orang tua memberikan sosok figur keluarga yang baik dan harmonis karena remaja sudah mulai mengenal figur-figur lainnya yang cenderung disukainya. Alangkah baiknya orang tua yang ditengah kesibukan mencari nafkah juga memberi waktu luang yang cukup untuk memberi perhatian yang lebih pada remaja. Apalagi remaja di era generasi now biasanya cenderung suka berinteraksi dengan dunia maya maka orang tua harus mulai membimbing bagaimana menggunakan gadget yang baik supaya remaja mampu mengembangkan kepribadian kearah yang lebih positif.

Yang kedua adalah peranan para guru di lembaga pendidikan. Tanggung jawab seorang guru tidak hanya mendidik anak muda dan remaja menjadi lebih pintar. Sebagai guru SMA yang biasanya mengajar para peserta didik  yang sudah beranjak remaja, metode pendidikannya juga harus berbeda dengan guru di sekolah SD atau SMP. Di masa sekolah SMA biasanya murid-murid sudah mulai berusia puber, mulai mengenal rasa cinta terhadap lawan jenis, mulai membangun rasa pertemanan dan persahabatan yang kuat, mulai mengenal organisasi dan grup komunitas yang menjadi referensi gaya hidupnya. Apalagi di sekolah SMA sudah mulai dikenal organisasi yang dibentuk oleh murid-murid senior dan disana mulai ada segmentasi kelompok yang masing-masing mempunyai kebutuhan dan gaya hidup berbeda. Rasa identitas kelompok mulai berkembang ketika bersekolah di SMA. Rasa saling memiliki, rasa solidaritas pertemanan mulai menguat dan disinilah mulai terjadi pembagian solidaritas kelompok yaitu ingrup dan outgrup. Antara kami disini dan mereka disana yang masing-masing memiliki standar referensi nilai berbeda. Disinilah mulai timbul gap (kesenjangan) antar kelompok. Ketika kelompok ini mulai melepaskan diri dari dunia sekolah akibat teralineasi atau terasing dengan dunia pendidikan dan tidak mendapat perhatian dan perlakuan baik dari guru maka yang terjadi adalah rasa identitas kelompok yang makin menguat. Akhirnya terbentuklah komunitas yang makin eklusif dengan gaya hidupnya dan akhirnya membentuk subkultur yang menyimpang. Disinilah mereka mendapat perhatian khusus dan lebih yang tidak terdapat di kelompok lainnya. Mereka suka dengan kegiatan nongkrong dan bermain bersama dan selalu ingin menarik perhatian dengan menonjolkan diri di ruang publik namun mengganggu kenyamanan dan ketertiban baik disekolah maupun luar sekolah. Aktivitas luang banyak dihabiskan untuk hal yang negatif seperti keluyuran di jalan dengan membentuk geng motor, nongkrong di kafe atau warung dan mangkal di pinggiran jalan atau tempat tertentu yang menjadi markas kelompoknya.

Sebagai guru dan wali murid sekolah sudah sebaiknya memberikan perhatian khusus kepada siswanya di ruang kelas yang kurang berprestasi di kelasnya namun menonjol di bidang lainnya. Guru tidak boleh hanya memberi nasehat dan kritik terbuka yang justru bersikap kontraproduktif bagi pengembangan kepribadiannya. Untuk memberikan rasa kepercayaan diri kepada mereka sudah sepantasnya seorang guru memberi ruang khusus untuk menyalurkan minat mereka seperti kegiatan ekstrakurikuler yang positif sehingga meminimalisir dampak negatif akibat pergaulan bebas yang berujung pada kekerasan kepada orang lain diluar kelompoknya seperti bentrok antar kelas di dalam sekolah, perselisihan hang sering terjadi antara senior (murid lama) dan junior (murid baru),atau tawuran antar pelajar yang melibatkan sekolah lain. Dampak selanjutnya adalah perilaku nglitih yang sudah merupakan tindakan kriminal melukai orang lain di jalan.

Yang ketiga adalah lembaga agama yang punya tanggung jawab untuk menanamkan nilai yang baik pada umatnya termasuk di kalangan remaja. Bagaimana lembaga agama menyiarkan dakwah yang mampu memperbaiki ahlak kaum remaja yang cenderung menyimpang dari tatanan etika dan moral dan dilarang oleh ajaran agama.

Namun yang sangat disayangkan justru fenomena keberagamaan kita justru makin menjauh dari dakwah yang menyejukkan dan membawa perdamaian bagi sesama umat dan umat yang berbeda agama. Meskipun masing2 agama memiliki ajaran yang mutlak dan absolut alangkah baiknya fenomena keberagamaan kita harus mewujudkan tatanan masyarakat yang menuju perdamaian bukan saling menyalahkan yang berujung pada saling mencurigai antar sesama kelompok yang berbeda. Jika ada kesalahan sebaiknya pemimpin agama memberikan solusi yang baik kepada umatnya dan jangan melabelkan sesuatu kepada kelompok lain sesat atau menyimpang sebelum mengerti akar permasalahannya. Ketika menjumpai fenomena berupa kenakalan remaja di tengah kehidupan bermasyarakat Mereka terkadang dicap dan diberi label maksiat dan melakukan penghakiman massa tanpa tahu duduk persoalannya lebih dahulu. Memperbaiki ahlak dan moral terhadap orang lain memang tidak bisa secara instan tetapi melalui proses yang panjang dan dengan cara yang juga damai dan dakwah yang menyejukkan sehingga para remaja bisa tersentuh hatinya untuk menuju pada jalan kebenaran.

Yang ketiga adalah lembaga hukum dan penegakan hukum yang masih berjalan di tempat. Ada kecenderungan bahwa fenomena sosial menyimpang anak muda dan remaja hanya mendapatkan hukuman berupa sangsi dan teguran karena seringkali belum cukup umur.  Namun ketika sudah mulai marak terjadi dan terkadang menimbulkan korban jiwa biasanya para pelaku baru dikenai hukuman yang berat supaya jera.

Ada faktor yang  cukup menprihatinkan bahwa di tengah-tengah masyarakat kita saat ini ada kecenderungan yang menganggap bahwa penegakan hukum kita sudah tidak mampu lagi membawa terapi kejut kepada para pelaku kejahatan karena biasanya mereka menganggap bahwa aparat penegak hukum kurang tegas dan tidak lagi mencerminkan kewibawaan hukum akibat ketidakadilan yang masih dirasakan oleh masyarakat karena banyak kasus yang sering tebang pilih. Padahal di kota Jogjakarta yang merupakan kota terpelajar sudah sewajarnya ada kacamata hukum yang melibatkan kajian hukum terhadap fenomena kenakalan remaja dan anak muda yang sudah sering terjadi seperti aksi vandalisme dan nglithih.

Yang kelima adalah lembaga kemasyarakatan baik yang bersifat swadaya seperti ormas maupun yang dibiayai oleh pemerintah daerah seperti karang taruna.

Banyak sekali ormas yang sering dibentuk oleh masyarakat sendiri dimana para anggotanya dan simpatisannya adalah para pemuda yang terkadang masih labil kejiwaannya sehingga yang terjadi justru ormas ini dibonceng oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan politik praktis. Mereka banyak menggunakan anak muda dan remaja yang cenderung emosional sehingga seringkali mengganggu ketertiban umum seperti berkampanye di jalan raya dengan memakai alat-alat yang bisa melukai orang lain seperti senjata tajam. Hal ini justru merusak citra dari ormas itu sendiri yang seharusnya melakukan tugas dan kewajiban positif yaitu untuk memberdayakan para pemuda dan remaja bukan memakai mereka demi kepentingan politik praktis. Kejadian ini hampir banyak ditemui di jalan-jalan kota Jogjakarta pada saat melakukan kampanye politik. Aktivitas mereka justru kontraproduktif bagi kalangan anak muda yang seharusnya dididik dan dibina menjadi kader bangsa yang baik dan mencerminkan budi pekerti yang luhur.

Dari kelima faktor yang saling terkait satu sama lain maka sudah saatnya para stakeholder masyarakat Jogja bisa mengantisipasi fenomena kenakalan remaja dengan lebih baik. Jangan sampai identitas kota Jogja yang berbudaya dan berpendidikan ini menjadi tercoreng nama baiknya akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan lemahnya tata kelola kelembagaan masyarakat Jogja sehingga menciptakan kesan yang buruk bagi para pendatang yang ingin melanjutkan studi di Jogjakarta.

Sudah saatnya bagi kita untuk lebih memperhatikan persoalan generasi muda dengan lebih kritis. Jangan sampai dengan adanya peristiwa kenakalan remaja seperti kasus nglithih justru menjadi tren bagi anak muda yang ingin menunjukkan eksistensinya. Mudah-mudahan masih banyak anak muda yang mampu membawa rasa damai di tengah lingkungan masyarakat. Menggalang kembali rasa solidaritas kemanusiaan kita yang hampir menghilang akibat perilaku sosial agresif yang justru membuat lemahnya ikatan antar kelompok dan komunitas generasi muda kita.





Selasa, 12 Juni 2018

Kim dan Trump "Seng waras kudu ngalah"

Sumber gbr : detik.com


Tanggal 12 Juni 2018, bertepatan dengan hampir berakhirnya bulan Ramadhan 1439 H dalam kalender bulan suci umat Islam sebuah moment bersejarahpun tercatat. Dua musuh bebuyutan paling ditakuti dunia yaitu korut dan AS bertemu di Singapura. Kim Jong Un, sosok pemimpin Korut yang dikenal anti dengan negara kapitalis AS berubah haluan 180 derajat. Negara yg dituduh sebagai ancaman dunia terutama bagi kawasan Asia Pasifik terutama Korsel, Jepang dan AS bersedia berdamai dengan AS.

Sebelumnya Kim Jong Un sudah memiliki niat baik dengan berkunjung ke negara seterunya yaitu Korsel. Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden Korsel Moon Jae In. Sebuah langkah bagi perdamaian di Asia Pasifik tercipta. Tidak hanya itu saja, korut mulai membuka diri bagi kritik dari dunia internasional akibat uji coba nuklir. Dengan komitmennya yang sungguh-sungguh untuk mematuhi aturan anti nuklir korut mengundang perwakilan jurnalis dari luar negeri untuk meliput berita peledakan di terowongan ujicoba nuklir di korut. Seperti tecatat di situs https://m.detik.com/news/foto-news/4037823/detik-detik-peledakan-3-terowongan-nuklir-korut/1

"Seng Waras Kudu Ngalah"

Donald Trump seorang tokoh kontroversial AS yang sering menuduh negara-negara lain sebagai penjahat perang harus belajar banyak dari Korut.Negara kecil ini memang sangat berbahaya dan dikenal paling anti dengan AS. Bahkan konflik yang sering terjadi di semenanjung Korea akhir-akhir ini adalah akibat kecerobohan AS yang suka bermain api. Lihat saja manuver militer di dekat perairan korea dan latihan perang bersama Korsel adalah salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan bagi Korut. Strategi ini akibat dari rasa khawatir AS kepada Korut yang diklaim memiliki senjata Nuklir dan rudal jarak jauh yang siap menghantam AS jika perang terjadi.

AS dan negara sekutu tidak berhasil mengisolasi Korut dari Korsel. Meskipun diembargo bertubi-tubi oleh AS, Korut justru merasa dirinya sedang dizolimi AS. Akhirnya dengan semangat untuk mensucikan diri di bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Kim Jong Un mulai berpikir dengan senjata diplomasi.  Entah mendapat wangsit dari langit atau akibat tekanan dari negara sahabat Kim Jong Un membuktikan bahwa dirinya masih "Waras" dalam tanda kutip. Waras adalah bahasa Kejawen yang artinya Sehat. Atau dalam bahasa Islaminya Sehat Walafiat. ,(lahir dan batin). Kim bersedia meredakan konflik di semenanjung Korea dan memulai rekonsiliasi perdamaian dengan korsel dan AS.

Mungkin banyak pertanyaan kontroversial muncul bagi kita..  Siapa sebenarnya yang waras? Kim Jong Un atau Donald Trump. Bukankah keduanya adalah mirip orang gila yang suka berpikir dan bertindak tanpa menggunakan logika dan akal sehat? Keduanya sering membuat pernyataan kontroversi yang membuat dunia menjadi kacau dan tidak stabil bagi perdamaian? Lalu apa itu definisi kata berikut ini 'seng waras kudu ngalah" menurut tradisi kejawen?

Kontroversi "Seng Waras Kudu Ngalah"

Dibawah ini saya akan mengutip pandangan Anthonia Mathilda dalam situs ini https://www.kompasiana.com/hildayogya1605/yakin-sing-waras-ngalah-terus_587d2b672bb0bd222c47e4c8

"Kalau semua orang waras ngalah, orang gila lah yang akan menguasai dunia ini. Dia akan memanfaatkan "ngalah"nya orang-orang waras. Dia akan teriak bahwa dia (yang tidak waras) inilah pihak yang paling waras. Dia terus teriak ke jalan-jalan, ke medsos, ke pasar, bahkan ke ceramah-ceramah keagamaan."

"Orang-orang yang benar-benar waras pun mendengarnya,kadang menertawakan sinis tentang isi teriakan itu, tapi mereka enggan menanggapi karena mereka menganggap itu sia-sia "wis biarin.. sing waras, ngalah", dan kewarasan mereka tidak perlu dibela karena toh sudah nyata terlihat. "

"Kemudian "si tidak waras" mulai menunjukkan argumen-argumen yang memutar balikkan fakta dan logika tentang kewarasan mereka. Mereka terus berteriak, sehingga orang-orang waras yang sedang depresi, mulai mendengarkan sedikit demi sedikit argumen yang mereka sampaikan. Pengikutnyapun semakin bertambah. Orang-orang yang mendengarkan teriakan merekapun kini mulai mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri."

Orang-orang waras mulai menyadari kekeliruan ini setelah beberapa temannya bahkan keluarganya ikut meneriakkan hal yang sama. Saat mereka mulai melakukan diskusi untuk menyampaikan kebenaran, orang-orang yang "tidak waras" meladeni ajakan diskusi itu. Kemudian di saat mereka "yang tidak waras" ini sudah terpojok, mereka lalu mengatakan: "Sing Waras, Ngalah". Si waras terdiam, diapun mulai menyadari inilah efek pembiarannya selama ini. Bahkan diapun mulai meragukan kewarasan dirinya sendiri."

Hakekat "Seng Waras Kudu Ngalah"

Dari kutipan argumen di atas, seolah-olah sang penulis kompasiana tidak setuju dengan cara berpikir "seng waras ngalah".  Bahkan penulis diatas menjustifikasi kalau orang gila yang sebenarnya adalah orang yang menganggap dirinya paling waras. Hal ini justru bertentangan dengan pendapat saya pribadi. Bahwa siapa yang waras atau yang paling waras antara Kim Jong Un atau Donald Trump toh masing-masing orang punya analisanya sendiri.

Menurut hemat saya, orang yang mulai sadar untuk waras dari kegilaannya harus kita beri pujian apalagi ini menyangkut masa depan perdamaian dunia. Saat ini ada pemimpin dunia yang memberi argumen yang kadang sering kontroversial dan membuat keadaan dunia bertambah buruk. Apalagi dunia sekelas super power. Menciptakan ketegangan antar kawasan dan ketika banyak medsos meliput maka menjadi santapan rohani bagi khalayak ramai. Apalagi sekelas Donald Trump.

Jadi apa salahnya "Seng waras kudu ngalah?" daripada sama-sama tidak waras marilah kita bikin suasana yang rukun dan tenang supaya tercipta perdamaian seluruh umat manusia. Dan mungkin Kim Jong Un salah satunya tokoh "seng waras kudu ngalah" yang berperan aktif untuk saat ini. Meski banyak pendukung Kim Jong Un yang anti dengan AS tidak suka dengan gayanya yang sekarang. Sebagai manusia sejati yang cinta damai, Kim Jong Un patut diacungi jempol. Jadi kita bisa tahu siapa manusia yang waras diantara keduanya? Kim Jong Un atau Donald Trump..?

Jumat, 27 April 2018

Sebuah Botol

Sumber gbr : kata-motivasi.com


Ini ada tulisan bagus untuk kita  direnungkan :

Sebuah *BOTOL* 🍶
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

*Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...*

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; *KARAKTER* yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

*"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"*

_Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita *tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.*_

_Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun..._

*"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"*

*Ingat! Umur itu seperti es batu.*
_dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._

*"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*


🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
          *1. Waktu*
          *2. Ucapan*
          *3. Kesempatan*  
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
          *1. Amarah*
          *2. Keangkuhan*  
          *3. Dendam*
Hindarilah ia selalu...

🎯 Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
          *1. Harapan    *    
          *2. Keikhlasan    *    
          *3. Kejujuran      *  
Peliharalah ketiganya...

🎯 Ada 3 hal yang paling berharga :
          *1. Kasih Sayang *  
          *2. Cinta   *      
          *3. Kebaikan   *    
Pupuklah itu semua...

🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
          *1. Kekayaan*
          *2. Kejayaan*
          *3. Mimpi*  
Jangan terobsesi karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :        
          *1. Komitmen*        
          *2. Ketulusan*        
          *3. Kerja Keras*      
Upayakanlah sekuatnya...

🎯 Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
          *1. Tekad*        
          *2. Kemauan*      
          *3. Fokus*
Usahakan dengan sungguh-sungguh...

🎯 Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
          *1. Rejeki*        
          *2. Umur *      
          *3. Jodoh *        
Mintalah pada TUHAN..

🎯 TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI :    
          *1. Tua     *    
          *2. Sakit   *      
          *3. Kematian  *
*Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya...*

Jangan disimpan utk diri sendiri tapi bagikan kepada orang lain


Sumber tulisan : grup WA Panca Daya

Selasa, 03 April 2018

Kisah Tahun 2030

Sumber gbr : dhakatribune.com


Cerpen A Zakky Zulhazmi

Pram sedang membaca koran dengan headline 'Negara Bubar 2030'. Ia membaca berita yang membosankan itu sampai ketiduran. Begitu bangun, Pram terhenyak, ia tiba-tiba telah berada di tahun 2030!

Pram mencuci muka lalu membuat kopi, mengambil dua lembar roti tawar, mengoleskan selai kacang dan menyantapnya. Pram menyalakan televisi. Sebuah stasiun televisi menayangkan siaran langsung pidato presiden. Pidato berisi keputusan resmi presiden untuk menjadikan agama A sebagai satu-satunya agama yang diakui negara. Mata Pram melotot hampir copot.

Pram membuka jendela. Ia melihat kota berwarna kelabu. Kapsul terbang hilir mudik. Alat transportasi itu tampaknya telah menggantikan motor, mobil, dan kendaraan lain. Pram ternganga. Di sekeliling apartemennya kini hanya ada gedung dan gedung.

Tak tahu harus berbuat apa, Pram kembali menonton televisi. Ia terkaget- target saat televisi menayangkan siaran berita tentang seorang ilmuwan yang menemukan mesin detektor keimanan. Mesin ini tak hanya bisa memindai iman apa yang kita yakini, tapi juga mampu mengukur kadar keimanan.

Mesin detektor keimanan itu telah diproduksi massal untuk sukseskan program pemerintah menjadikan negara itu sebagai negara dengan agama tunggal. Mesin itu nantinya akan dipasang di sudut-sudut kota. Jika terdeteksi seseorang dengan keimanan selain kepada agama A maka ia akan segera ditangkap Pasukan Penegak Keimanan.

Pram berpikir keras. Ia tak bisa bayangkan jika mesin itu juga akan digunakan untuk seleksi penerimaan pegawai negeri. Hanya pegawai negeri dengan kadar keimanan tinggi yang akan diterima bekerja. Lebih jauh, Pram membayangkan mesin itu akan digunakan oleh para orang tua sebelum menikahkan anaknya. Hanya yang memiliki iman yang memadai yang akan diambil mantu. Sableng!

Di luar kamar tiba-tiba terdengar suara berisik. Pram memberanikan diri keluar kamar untuk melihat. Beberapa orang berkumpul depan lift.

''Robot-robot sedang memasang mesin detektor keimanan di tiap lantai. Berhati-hatilah jika kau tidak memeluk agama A, kau akan ditangkap Pasukan Penegak keimanan." kata seorang tetangga Pram. Bulu kuduk Pram meremang.

Pram lekas-lekas kembali ke kamar. Ia nyalakan televisi, mengusir gelisah. Televisi tayangkan iklan membuat puisi. Mesin itu tawarkan jasa membuat puisi. Siapapun bisa menumpahkan isi hatinya lewat mikrofon kecil di mesin itu. Lalu dalam beberapa menit mesin itu akan mengeluarkan kertas berisi puisi yang telah disesuaikan dengan isi hati penggunanya.

Pram tertawa keras-keras. Pram ingat di " kehidupannya dulu" ia pernah menjadi redaktur puisi disebuah koran. Setiap minggu Pram harus memilih satu penyair untuk dimuat puisinya di rubrik yang ia asuh. Pram tak menyangka ditahun 2030 ia akan menonton iklan mesin pembuat puisi di televisi. Ia menduga saat ini sudah tak ada lagi orang yang berprofesi sebagai penyair.

Pagi datang. Pram mendengar teriakan memilukan di kejauhan. Ia bangun dan membuka jendela, nemeriksa apa yang terjadi. Tampak olehnya orang-orang dipaksa naik ke atas kapsul terbang ukuran jumbo. Di badan kapsul terbang terbaca tulisan Pasukan Penegak Keimanan. Pram bergidik ngeri. Ia membayangkan suatu saat ia akan diciduk oleh Pasukan Penegak Keimanan dan digelandang naik ke atas kapsul terbang.

Pram menyalakan televisi dan menemukan tayangan berita tentang bekerjanya  mesin detektor dan pergerakan Pasukan Penegak Keimanan. Ternyata dimana-mana ada penangkapan. Beberapa orang dengan terang-terangan melawan pemerintah dengan membentuk Gerakan Keragaman. 

Tiba-tiba terdengar pintu kamar Pram diketuk. Ketukan kasar. Pram berdebar. Siapa itu? Apakah Pasukan Penegak Keimanan mendatanginya? Apakah ini saatnya? Lutut Pram lemas.




*) A Zakky Zulhazmi mengajar di Jurusan Komunikasi  dan Penyiaran Islam IAIN Surakarta.

(Sumber tulisan : SKH Kedaulatan Rakyat, minggu 1 April 2018)

Minggu, 01 April 2018

Tujuh Keajaiban Dunia

Sumber gbr : pinterest.com


🍂 🌸 Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.🍂 🌸

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...

Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...

Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!

Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?

◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...

◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...

◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?

◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?

◆ Diam di rumah, inginnya pergi...

◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...

◆ Waktu tenang, cari keramaian...

◆ Waktu ramai, cari ketenangan...

◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...

Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...

◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...

Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??

Menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...

SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...

Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...

Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...

Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki..

Selalu bersyukur dan bersyukur..
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.?


Sumber tulisan : grup WA pancadaya (postingan Pak Agus Harjanto)