Senin, 26 Februari 2018

Cinta Universal



Sepasang kekasih memadu kasih dengan belaian kasih sayang dan ciuman hangat. Seorang suami bekerja mencari nafkah dari terbitnya fajar sampai semalam suntuk untuk menghidupi anak dan istrinya di rumah. Seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil dengan dekapan tangannya yang lembut sambil menatap mata anaknya yang mungil dengan penuh kasih sayang..

Dimana-mana kita menjumpai sepasang manusia yang sedang merayu, mencumbu, dan menarik perhatian di muka umum untuk menarik hati lawan-lawan jenisnya.. Kadang menimbulkan perasaan cinta yang menggelora namun ada juga rasa cemburu jika sesosok yang dicintainya merasa berpaling dari dirinya.

Sementara di sudut jalan terlihat sesosok manusia penyendiri yang sedang sibuk melamunkan hidupnya.. Berkata dalam lubuk hatinya 'Seandainya dan seandainya'.. Pikiran melayang sampai menembus kemana-mana tanpa ada ujung pangkal dan tanpa ada jawaban pasti.  Merasakan dimana-mana dia hanya melihat hidup itu hanya dimaknai untuk mencintai dan dicintai sampai berkorban terhadap sosok yang dicintainya. Tapi sosok yang dia lihat adalah seorang kekasih yang sedang berpacaran, seorang suami istri yang mengarungi hidup rumah tangga dan orang tua yang sedang mengasuh anak-anaknya..

Dia merenung dan merasakan gundah dan kecewa.. Mengapa manusia hanya peduli dengan sosok yang dicintai hanya yang ada di depan mata?,Bukan sosok yang bernama kehidupan itu sendiri? Kalau memang begitu adanya apakah kita hidup untuk mencintai ataukah mencintai kehidupan itu sendiri..?

Banyak manusia mencintai secara privat semata dimana dalam hidup yang serba individualis ini, makna mencintai hanya sebatas apa yang kita miliki semata. Entah itu pacar, suami istri maupun anak tapi justru meninggalkan hakekat cinta itu sendiri.. Yaitu cinta terhadap kehidupan yang lebih luas daripada cinta yang terkotak-kotak dan terprivasi. Itulah Cinta universal..

Cinta Universal adalah proses mencintai demi rasa kemanusiaan.. Dimana semakin kita mencintai kehidupan maka seharusnya cinta tidak hanya mengarah ke dalam tapi juga mengarah keluar melampaui hakekat rasa kemanusian itu sendiri.

Cinta Universal bukan hanya cinta antar pribadi yang terbentuk dalam pasangan lawan jenis maupun orang tua dan anak melainkan melampaui batas lingkungan yang paling luar yang berbeda suku, berbeda agama, berbeda status dan golongan, ras dan bangsa. Dimana terjadi hubungan timbal-balik antar sesama manusia di dunia ini.

Tanpa adanya cinta universal maka dunia ini hanyalah sekumpulan kotak-kotak yang terpisah satu sama lain.. Terkadang menimbulkan rasa memusuhi terhadap manusia yang berbeda identitas dengan dirinya.. Entah itu identitas suku, agama, ras, golongan yang berbeda dengannya.

Mereka hanya mencintai sesamanya tetapi memusuhi yang lainnya.. Dan jika memang begitu maka proses mencintai yang universal akan menjadi terhambat.

Kehidupan dunia ini akan terus mengalami gejolak persaingan, konflik, peperangan, dan penghancuran apabila proses kita untuk mencintai hanya diartikan secara sempit. Yaitu dalam ruang lingkup privat antar pribadi maupun keluarga.

Bukankah dalam agama kita dianjurkan untuk mencintai dan menyayangi sesama mahluk Tuhan tanpa membeda-bedakan siapapun juga...

Ataukah ada yang salah dengan manusia yang menafsirkannya..? Sehingga kehidupan ini hanyalah milik kaum para pecinta-pecinta privat.. ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar