Fenomena kehidupan memperlihatkan manusia telah masuk dalam kehidupan kotak, dan hidupnya terkotak- kotak
Kamis, 22 Februari 2018
Setetes Air
Pada suatu kesempatan kami bisa ngobrol berdua dengan Sesepuh.
Kami: Jadi, apa kewajiban manusia terhadap Tuhan pak?
P Gondo: Tuhan tidak membutuhkan apapun dari manusia. Tetapi manusialah yang membutuhkan beribadah kepada Tuhan.
Kami: Lha kalau saya merasa tidak butuh Tuhan, bagaimana?
P Gondo: Apa arti maupun manfaat setetes air?
Kami: Tidak ada.
P Gondo: Nah, begitulah. Laut atau samudera itu tidak merasa rugi apabila setetes air tidak mengalir kembali kepadanya. Tetapi setetes air itu sangat rugi apabila tidak bisa kembali ke laut.
Setetes air itu apabila mau mengikuti aliran sungai dan kembali ke laut maka tetes air itu tadi sudah menjadi samudera. Dia memiliki kekuatan samudera.
Demikian juga manusia. Tuhan tidak rugi sedikitpun apabila manusia tidak mau kembali kepadaNya. Tetapi sungguh sangat merugi manusia yang tidak mau, tidak bisa kembali kepadaNya.
Ikutilah Aturan Kejadian secara konsekwen, itulah jalan manusia untuk kembali kepadaNya. Hidupnya akan menjadi semakin menyala.
Beberapa hari setelah pertemuan dengan Sesepuh tersebut kami bermimpi. Mimpi bertemu Sesepuh. Beliau berpesan
"Berhati-hatilah dalam hidup. Agar menjadi cahaya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar